Rabu, 13 Maret 2013

Amazingly Women

Leave a Comment
Bagi saya, kemarin (12/3) adalah hari wanita sedunia. Gimana nggak.. mulai dari pagi udah dijejali berbagai macam ilmu ke-wanita-an di liputan-liputan teve. Dan puncaknya, siang kemarin saat halaqoh di masjid ad-Dakwah SDIT Insan Permata, saudari-saudari saya, Mbak Norma (BK  Kanjuruhan 2008), Firdausy (Kimia UB 2010), Anita (PGMI UIN 2009), dan Rochmatul (FK UB 2009) membedah buku tentang 10 wanita yang dijamin masuk surga. Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya kami hanya membahas 4 wanita luar biasa tersebut.

Dimulai dengan Siti Sarah, istri bapak para Nabi, Ibrahim AS. Siti Sarah adalah seorang wanita yang dari garis keturunannya lahir 10 Nabi dan Rasul. Karomah Siti Sarah dapat dilihat saat dari di-ijabah-nya doa beliau ketika tengah menghadapi raja yang zalim saat itu.

Lalu wanita kedua adalah Asiyah, istri dari raja terkejam sepanjang masa, Firaun. Subhanallah... wanita penghuni surga ini memiliki wawasan yang luas, kelembutan bertutur, dan keimanan luar biasa.  Beliau tetap beriman kepada Allah meski suaminya sendiri menisbatkan dirinya sebagai tuhan. 
Lalu disisipkan pula kisah tukang sisir Firaun, Masyitoh yang harus tahan melihat kedua anaknya disembelih di depan kedua matanya, agar ia mau kembali menyembah Firaun sebagai tuhan, Tapi apa jawabnya? Allah, tuhanku, tuhanmu, tuhan segala sesuatu. Dan akhirnya ia pun di masukkan ke dalam minyak panas karena tetap kukuh beriman pada Allah.

Maryam sebagai wanita suci penghuni surga selanjutnya. Maryam sejak kecil diasuh oleh nabi Zakarya dan ditempatkan di sebuah mihrab tempat ibadah, sehingga benar-benar terjaga pergaulannya dari dunia luar. Kemudian tiba masanya Allah memerintahkan malaikat Jibril meniupkan sebuah roh suci ke dalam rahimnya, lalu beliau diasingkan dan melahirkan seorang diri di bawah pohon kurma, yang pada akhirnya kita kita tahu bagaimana kelanjutan ceritanya.

Siapa tak kenal Fatimah binti Muhammad? Puteri kesayangan Rasulullah ini sungguh tak perlu diragukan lagi keimanannya. Beliau mencintai apa yang disukai ayahnya, dan membenci apa yang tidak disukai ayahnya. Hingga Rasulullah pun memberitahukannya sebuah rahasia yang saat mendengarnya Fatimah menangis lalu tertawa. Setelah Rasulullah wafat, Aisyah bertanya mengenai rahasia tersebut, dan Fatimah menjawab, "Rasulullah berkata padaku: 'pada biasanya Jibril datang dan membacakan wahyu 1 kali, tapi pada tahun ini Jibril membacakannya 2 kali, mungkin ajalku sudah dekat' hingga aku menangis. Lalu beliau menyambung lagi 'sesungguhnya kau lah keluargaku yang pertama menyusulku nanti, dan kau adalah pemimpin para wanita muslim. Berbahagialah!' karena itu aku tertawa".

Refleksi:
Mereka, para wanita muslim yang telah dijaminkan rumah di surga atasnya. Berani berhadapan dan menentang para penguasa tirani pada zamannya.
Mereka, para wanita yang rela mengorbankan harta, tenaga, orang-orang yang disayangi, bahkan satu-satunya nyawa dalam tubuh mereka.
Bandingkan dengan keadaan kita (baca: saya) sekarang. Masih suka berat dan hitung-hitungan kalo diminta waktu, tenaga, harta, bahkan sedikit pikiran yang dipunya untuk jalan dakwah. Perjuanganmu ga ada apa-apanya, Nursih!
Kemudian saya ingat kembali, kalo diantara agenda-agenda dan kerja-kerja dakwah kita masih sempat menggalau dan memikirkan hal-hal yang ga penting, berarti kita masih punya waktu luang kan? Tambah lagi! Tilawah lagi, baca buku lagi, berpikir, dengar, dan bicara hal-hal yang bermanfaat lagi. (note to my self)

Selanjutnya MR saya mengabarkan bahwa ada saudari kami, Mbak Lail yang baru saja melahirkan Jumat (8/3) lalu. Dan entah bagaimana,  MR saya tersebut menceritakan proses kelahiran itu dengan sangat dramatis, seakan kami ada disana melihatnya.
Jadi kawan, dari cerita MR saya dan tambahan dari Rochma sobat saya itu, perempuan saat melahirkan itu rasa sakitnya seakan-akan 20 tulang rusuknya patah bersamaan. Sakit sekali. Amat sakit bahkan. Dan seharusnya itu tak bisa ditanggung oleh manusia. Tapi Subhanallah... Allah telah memberikan kekuatan luar biasa hanya kepada perempuan untuk menanggungnya. Dari mulai bukaan 3 sampai bukaan 10 itu yang paling sakit, dan (saya baru tau kalo) saat bukaan, perempuan lahiran itu ngga boleh ngeden, mengejan. Karena tekanan darahnya sedang sangat tinggi, jadi dikhawatirkan kalo mengejan bisa membuat otot matanya putus dan mengakibatkan kebutaan (serem banget ya...). Bahkan dulu mbak saya pernah bercerita bahwa ada temannya anak FK yang lalu mengundurkan diri dari jurusan tersebut gegara menyaksikan proses persalinan.

Sebenarnya tak perlu bersusah membayangkan betapa sakit melahirkan ketika tiap bulan kita (perempuan) bisa merasakan sendiri bagaimana rasanya saat darah di dinding rahim kita meluruh karena tak dibuahi. Itu mungkin cuma sepertujuhpuluh dari sakitnya mengeluarkan sebuah kehidupan.
Ah, pokonya gitu lah. Makanya kemudian Allah menempatkan posisi para wanita yang meninggal saat melahirkan sama tingginya dengan jihad, berperang di jalan Allah. Karena memang taruhannya nyawa. Sangat durhaka lah kalo trus sekarang setelah gede anaknya malah kasar, ga hormat sama orang tua, terutama ibu (note to my self lagi).

Oiya, kalo bertekad untuk melahirkan normal jika sudah waktunya nanti, akan sangat baik jika mulai sekarang menjaga kesehatan mata, gigi, dan kesehatan organ-organ tubuh lainnya. Soalnya semua syaraf-syaraf itu berhubungan dan bakal kepakai saat konstraksi itu.

:)

0 komentar:

Posting Komentar