Kamis, 01 Agustus 2013

Sahabat Shalih/ah

Leave a Comment

"Nikmat yang paling berharga selepas nikmat iman dan islam, adalah memiliki sahabat yang shaleh. Jika kamu mendapati kewujudan kasih sayang antara kamu dengannya maka peganglah dia bersungguh-sungguh"
-Umar bin Khattab- 

Salah satu nikmat pemberian Allah yang sampai detik ini harus selalu saya syukuri adalah mempunyai sahabat-sahabat yang shalih/hah. Sahabat yang selalu mengingatkan kalau saya berbuat salah, sahabat yang saling percaya, dan mau mendengarkan keluh dan mimpi masing-masing.

Tulisan ini dibuat sebenarnya karena saya sedang rindu berat dengan salah satu sahabat saya, Rohmah, yang kini sedang coass di RS Saiful Anwar. Edhun emang, saat coass itu ga bisa 1jam pun dia ijin keluar untuk sekedar bertemu atau melingkar dalam halaqoh lagi dengan saya. Jadwalnya super ketat :(

Oke, selain Rohmah... alhamdulillah, saya mempunyai banyak sekali teman dan sahabat yang shalih/ah. Ada Firda, Anita, Iva, Sisy, mbak Norma, Dian, Hanifah, Rossy, dan masih banyak lagi. Teman-teman saya itu sebagian besar saya kenali dari sebuah lembaga yang sudah sekitar 2 tahun ini saya susupi, MY LIFE Malang (Mastering at Youth Leadership and Focusing on Education). Saya perkenalkan dulu perihal lembaga ini ya..

 Sesuai kepanjangannya (artiin sendiri lah ye... kalian kan pinter ), MY LIFE adalah sebuah lembaga di kota Malang yang bergerak di pembinaan karakter remaja, terlihat dari misinya yaitu:
- Membina hubungan kekeluargaan dengan sekolah, instansi pemerintah dan swasta.
- Memberikan pendidikan karakter berbasis religi kepada remaja melalui standar kompetensi character building Dinas Pendidikan Nasional.
- Memberikan pembinaan bersifat keilmuan dan keterampilan kepada remaja melalui kegiatan-kegiatan berbasis kreatifitas.

Tau Karisma ITB? Nah, anggap saja ini adalah Karisma (Keluarga Remaja Islam Masjid Salman) ITB cabang Malang. Jadi di MY LIFE itu kalian juga bakal nemuin orang-orang yang concern ke pendidikan dan pembentukan karakter religius remaja, jangan heran kalo kami gaulnya bareng remaja-remaja gitu. Itu memang tugas kami, selain panggilan hati. Bukankah seperti kata Pak Anies Baswedan, "mendidik adalah tanggungjawab orang yang terdidik"?

Trus ada apaan aja di MY LIFE? Kalian bakal disuguhi berbagai macam "rumah singgah" yang yahud dan ok punya, ada Rumah Tahfidz buat kalian yang pengen hafalan Quran dan jadi hafidz/ah, ada Religious Character Building untuk pembentukan karakter intensif, Muslims Youth Creative Active Fun and Excellent (My Cafe), My Camp, My Fun Trip, dan lain-lain. Selain itu masih banyak divisi yang bisa menampung bakat dan kreativitas remaja-remaja aktif dan keren. MY LIFE ini juga lembaga yang sudah cukup profesional manajemennya. Penanggung Jawab MY LIFE adalah Pak Suhari dan Direktur MY LIFE saat ini adalah Pak Ahmad Muzakki.

ok, cukup dulu soal MY LIFE.
================================================================================

Selain rekan-rekan di MY LIFE, ada lagi beberapa sahabat shalih yang saya punya, salah duanya adalah Helga dan Firdaus.


Dua sahabat saya ini inspiring banget kalo soal berlomba-lomba dalam kebaikan. Mulai dari hal-hal kecil seperti diingetin nulis hampir setiap hari, diajak nyari ilmu dimana-mana, mendoakan sesama, bersedekah, capaian amal yaumi, sampai menyemangati saya untuk buru-buru ngelarin skripsi.  :))

Mereka berdua ini juga adalah pemimpi-pemimpi yang luar biasa. Bersama mereka saya semakin sadar bahwa hidup ga boleh dijalani lempeng-lempeng aja. Malu kalo cuma diam dan jadi penonton. Harus ada passion, harus ada yang kita kejar dan perjuangkan mati-matian, dreams.

Jadi inget kata kang Rino, "bikin Allah terpaksa mengabulkan mimpi-mimpimu, dengan menceritakannya kepada ibumu."

Aaaa... saya bahagia bisa mengenal kalian semua.
Terima kasih sudah menebarkan warna-warni dalam kehidupan saya ini.
Terima kasih sudah meneguhkan diri menghadapi saya.
Terima kasih sudah mau mendengar apa pun yang saya omongkan.
Terima kasih sudah mengajarkan apapun yang berharga.
Terima kasih sudah berusaha menyeret saya dalam kebaikan

Terima kasih sudah membuat saya merasa tak sendiri di kota ini, karena tak seorangpun sanggup hidup tanpa orang lain. Karena setiap orang butuh didengar-mendengar, ditatap-menatap, digenggam-menggenggam. Saat ia butuh dikuatkan.

Semoga nanti kita bisa kembali kumpul dan bercerita lekat di surga Allah.
Uhibbukum fillah,

0 komentar:

Posting Komentar