Jumat, 28 Februari 2014

Empat

Leave a Comment
Dari semua yang telah terjadi dan akhirnya sampai pula di inderaku, aku tau usahaku belum maksimal. Sekilas ada cerlang kecewa mungkin, tapi segera ku buang jauh-jauh. Aku tak ingin mendikte Tuhan, mempertanyakan kenapa hasilnya seperti ini, bukan kah seharusnya tidak begini? Seakan Tuhan tidak tau perjuanganku dalam menggapainya, seakan Tuhan tidak pernah mendengar doa-doaku. Tidak, aku tidak perlu mendikte Tuhan. Tuhan pasti lebih tau. 

Dan aku percaya, ini bukan akhir, ini bukan hasil. Aku masih berada dalam proses... 




Read More...

Jumat, 21 Februari 2014

fan+s

2 comments
Hih, NURSIHers... pernah dengar? Sounds like my name with adding ers in the end ya.. Hahaha... iya sih ini emang ada hubungannya dengan saya. Penjelasannya secara singkat, Nursihers ini adalah sebutan buat temen-temen yang (ngakunya) ngefans sama si Nursih ini. Enggak.. kamu ga salah baca. Edhun emang, saya juga baru tau istilah ini dari salah satu partner di lembaga tempat saya bernaung. Katanya, ada beberapa rekan -yah.. walaupun masih bisa dihitung dengan menggunakan beberapa jari tangan- yang katanya mendirikan secara aklamasi komunitas super ga jelas ini.

Yampuuuun.. apa ya ini? pertama kali denger sampai detik saya ngetik postingan ini masih ga bisa nyambung pikiran saya gimana akhwat-akhwat cerdas nan shalihah (thank's God setau saya mereka perempuan semua) ini bisa-bisanya ngefans sama saya. Sejauh ini saya masih berpikir mereka sedang khilaf. Itu aja. Atau kemungkinan kedua, Allah yang Maha Baik telah begitu rapat dan rapi menutup semua aib-aib saya. 
Subhanallah.. padahal, kalo saja setiap dosa dan aib yang pernah saya lakukan bisa mengeluarkan bau, pasti tak ada yang mau berdekatan sama saya.

(gambar dari sini)


Yaa... sudah barang tentu saya merasa ga pantas banget buat di-fans-kagumi-adore-amaze atau apapun bahasanya. Meeen.. saya cuma manusia biasa, banyak banget dosanya, shalihah masih belum, akademik juga biasa aja..  
Secara sikap pun masih sering banget annoyingnya muncul, apalagi kalo pas lagi mode hemat energi, hehehe :P

Btw, saya juga punya seseorang yang saya kagumi. Bukan artis lho. Udah 15 tahun sampai hari ini... hehehe, kalo hitunganmu bener, memang sudah sejak jaman saya ingusan di bangku SD. 
Dari mengagumi beliau ini lah beberapa persen kehidupan saya terbentuk dan juga saya terpacu buat menjadi sosok yang lebih baik dalam beberapa pencapaian hidup. 

Pesan moral tulisan ini: udaaaaah... bubarin deh itu Nursihers!


Read More...

Jumat, 07 Februari 2014

Semesta Berkonspirasi

2 comments
Tahukah kalian jika langit diam-diam suka membicarakan kita?
Tentu setiap saat dilihatnya kita kecil mungil jauh di bawah.. lalu dia membaca mimpi-mimpi dalam hati kita dan mengumumkannya pada seantero semesta. 

Dan kurasa, kali ini langit sedang heboh membicarakan sebaris mimpiku yang aku tulis di dream book-ku, mimpi dengan nomor urut ke-56 tepatnya: "Mengunjungi Jepang, Singapore, dan Thailand pada tahun 2014."

Ingat baik-baik nama negara pertama dalam barisan itu. Aku lupa tepatnya sejak kapan, tapi demi Allah... sungguh, aku ingin sekali pergi kesana. Entah rencana apa yang Allah tulis untukku dan tengah dimainkan semesta kali ini.. tapi tiba-tiba aku tergerak untuk membuat paspor dan kemudian sampai di hari ke-7 bulan ke-2 tahun ke-2014 masehi ini aku sudah mendengar kata Jepang dibawa-bawa lekat oleh 5 orang yang ku kenal dan lalu berencana untuk pergi kesana. 

Mereka adalah:
1. Dhiba Umarghanies, salah seorang komikus muslimah favoritku.. pergi ke Jepang dalam rangka pelatihan.
2. Kang Pras, ke Jepang akhir tahun 2013 kemarin untuk pelatihan bencana yang diikuti atas nama KORSA ITB.
3. Dita Oktaria, satu-satunya teman seperempuanku di KOLAM, masih berahasia dalam rangka apa.. tapi aku curiga semacam kuliah dan sejenisnya.
4. Seorang sahabat baik yang tidak bisa aku beritahu namanya, karena dia minta aku berjanji untuk tidak memberi tahu siapapun. #beingtrusted :)
5. baru saja tau ½ jam yang lalu, teh Sari, idola nyaris sepanjang hidupku ini juga akan ke Jepang akhir Maret nanti untuk study banding mitigasi bencana atas nama KORSA ITB juga (makanya dulu aku pengen daftar jadi relawan KORSA juga)

Dan seketika otakku bergemuruh, penuh dengan suara-suara dalam 1 kata, Jepang.
Aku senang sekali, tapi aku juga iri #duh

Aku harus kesana, dan aku akan kesana.
Aku yakin Allah sudah menyiapkan jalannya untukku.. tinggal aku sendiri yang mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuanku untuk menapakinya.
Atas izin Allah, semesta berkonspirasi untuk membantuku mewujudkannya. 

(gambar dari Google)

Jepang, 2014, tunggu aku!



Read More...

Selasa, 28 Januari 2014

how to make your own passport

Leave a Comment
Kali ini saya mau bagi-bagi pengalaman setelah mengurus sendiri pembuatan paspor saya pekan lalu. Iya, saya udah punya paspor!!! hehehee... belum tau akan pergi kapan dalam waktu dekat ini.. tapi bagi saya, paspor yang sudah jadi ini adalah salah satu pintu yang terbuka untuk pergi keluar sana. One step closer to go abroad :)

Nah, kalo kalian juga berencana untuk ngurus sendiri paspor, ga usah resah dan gelisah khawatir, bikinnya ga repot-repot banget kok, asal semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap dan kalian punya waktu buat nongkrong-nongkrong cantik di kantor imigrasi. Ga perlu lah pake calo-calo gitu..
Yang pasti bakal dibutuhin buat bikin paspor itu cuma 4:
- KTP yang masih berlaku,
- Kartu Keluarga,
- Akta Lahir/Ijazah pendidikan terakhir/Surat Nikah,
- sama duit 260rebu rupiah.

Mungkin kamu bisa ngintip dulu prosedurnya di sini.
Sebelumnya sih saya juga udah nyoba buat daftar online dan mengupload semua copy dokumen ke website imigrasi itu.. tapi ga tau yah... emang webnya udah ga pernah di maintenance atau kantor imigrasi yang udah naik kelas (Kanim di Malang yang terdaftar di webnya itu klas II, sedang Kanim aslinya itu ternyata klas I), jadi ya ujung-ujungnya saya tetep harus datang ngumpulin berkas di kanim langsung.

Pertama, datang ke kanim di daerah kalian dengan membawa KTP, KK, dan akte lahir/ijazah/surat nikah dan fotocopyan nya, materai 6000 dan pulpen hitam. Semua copyan dalam ukuran A4, termasuk KTP. FYI aja ya.. kanim itu selalu rame banget. Tiap hari itu adaaaa aja ratusan orang yang ngurus paspor baru ataupun memperbaharui, entah itu mahasiswa exchange, TKI, calon jamaah haji pas musim, atau rombongan umroh, jadi lebih baik datang pagi-pagi bener kalo ga mau ngantri terlalu lama. Oiya, pastikan semua data termasuk nama kalian yang tertera di KTP, KK dan akte itu semua sama yah.. kalo beda spasi pun ga bisa soalnya.

Nah, begitu sampai di kanim bagian pembuatan paspor, kalian akan mendapat map hijau yang berisi formulir yang harus diisi. Setelah mengisi semua formulir dan menempelkan materai, selipkan copyan dokumen ke map itu dan kembalikan kepada petugas. Nanti akan diberi nomor antrian pemeriksaan dokumen dengan kode "P".

lalu, menunggulaaaah~~

Begitu dipanggil nomor antrian di loket, ada petugas yang akan memeriksa dokumen-dokumen copy dan asli sambil agak-agak kepo nanya-nanya kalian mau ngapain ke luar negeri. Kalo udah, kalian akan diberi kertas untuk pembayaran ke Bank BNI dan diminta kembali ke kanim lusanya untuk foto, cap sidik jari dan wawancara.

Setelah bayar biaya pembuatan paspor, datang lagi ke kanim pada hari yang ditentukan. Ambil nomor antrian dengan kode "K" untuk proses acc pembayaran. Setelah bukti pembayaran kita di acc, kita ngantri lagi buat foto, cap sidik jari dan wawancara. Kode antriannya "F".
Sabar yah.. emang di kanim itu nguji banget kesabaran kita buat ngantri. Kreatip-kreatip kita aja biar nunggu lama ga bikin bosen. Bisa sambil baca buku/tilawah, nulis, dengerin lagu, sarapan kalo belum sempat sarapan paginya, atau ngobrol sama orang yang ngantri juga disebelah.
Boleh nih sambil ngantri sambil benerin penampilan kalian. Males banget kan ya kalo ada foto yang ga kalian banget nempel di paspor selama 5 tahun?

Selanjutnya masuk ke bagian foto, nah.. disini ga begitu lama. Soalnya satu bagian ini udah sekalian foto, cap 10 sidik jari, sama wawancara dan pemeriksaan dokumen akhir.

Kalo lulus semua, paspor yang udah jadi bisa kita jemput 3 hari kemudian.

Ok, semoga tulisan ini manfaat walau dikitlah ya buat kalian yang pengen ngurus paspor sendiri. Selamat menunggu.. dan selamat mengitari bumi :)



Read More...

Sabtu, 25 Januari 2014

(katanya) ngansos

Leave a Comment
ngansos (padahal tetap ketemu orang-orang dan bersosialisasi)
ga usah buka fb, apalagi twitter dulu...
ntar malah runyam gara-gara transfer energi jelek.

men, plis.. sebenarnya ucapan "syukran/makasih ya udah dikerjakan sebaik-baiknya.." ditutup dengan senyum lebar 5cm yang ditahan selama 7 detik itu lebih priceless dari pada setelah nyampein laporan ga bilang apa-apa cuma disuruh ngambil duit bensin sama duit capek. se-pesuruh-kah itu kami di mata anda?

hidup kami juga bukan cuma guling-guling leyah-leyeh di kasur tiap hari ya.. banyak yang jadi prioritas.

Dan sekarang ngomongin profesionalitas. yaudah sih.. males nanggepinnya.


Serius nih, saya lagi ngansos. ga usah sms, wasap, ngemention kalo ga penting.
Tenang aja.. amanah tetap saya jalankan kok. Gausah dikejar-kejar juga, saya bukan buronan.



Read More...

Jumat, 24 Januari 2014

Rumah

Leave a Comment
*Mungkin ini yang namanya galau..
Ternyata seperti ini. Ga enak.. heran kenapa orang-orang begitu semangat menyebutnya.
SARIPUDIN = SAking RIndu, PUkul DINding :(
abaikan*
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk kesekian kalinya, aku merasa ingin pulang.
Sepi sekali rasanya...
Rumah, yang hangat dan nyaman.
Aku ingin punya rumah... tempat berpulang di kala lelah.

Tidak ada orang yang mampu hidup sendiri, setidaknya pasti ada seseorang yang dia simpan di hatinya.
Ada seseorang yang ia tunggu senyumnya.
Seperti itulah rasanya pulang.
Hangat dan menyenangkan.

Aku ingin menjadi rumahmu... yang selalu menjadi tujuanmu.
Rumah yang akan tetap kau datangi walau jaraknya separuh putaran bumi.
Rumah yang kau merasa tenang dan aman di dalamnya.
Bukan rumah yang gelap dan tak terurus.

Pun, bagiku.. kau adalah rumah.
Dimana pun asal bersamamu, aku di rumah.


Read More...

sepi

Leave a Comment
Pernah kau merasa terjebak hati yang lelah dalam tubuh yang bugar?
Mungkin itu, untuk saat ini.
Tanpa persiapan, kau kejatuhan amanah yang tidak bisa kau tolak.. lalu saat kau merasa, 'Tuhan, ini besar sekali...' semua sudah terlambat.
Lalu kau merasa lelah.
Kau lari kesana dan kemari, tak ada bantuan.

Hujan deras di luar jendela, tapi di dalam sudah banjir.
Kau sepi, sendiri.

Read More...

Jumat, 17 Januari 2014

ini tentang apa?

Leave a Comment
Adalah dia, yang selalu dibenci dan ditakuti oleh teman-teman di rumah tinggal saya. Setiap dia datang.. teman-teman saya yang menonton di ruang tengah langsung ngomel-ngomel, sebagian malah langsung melenggang cepat-cepat pergi masuk kamar dan membanting pintu. Tak ada yang suka padanya, kecuali aku. Entahlah, bukannya aku menyukainya, aku hanya tidak tau apa yang harus dibenci darinya. Hingga suatu hari, kami semua menyadari bahwa dia tengah mengandung, tanpa kami ketahui siapa bapak dari calon anaknya. Bertambah-tambahlah kebencian teman-teman yang lain.

Beberapa saat berlalu, dia melahirkan. Sendiri. Aku sedang tak berada di rumah tinggal saat itu. Tapi kata teman-temanku.. dia memekik keras sekali, seisi rumah mendengarnya. Dan dari hasil persalinan itu lahirlah 4 anak. Lucu sekali.. tapi, tak mengubah perasaan teman-temanku yang terlanjur membencinya.

Well, kita tinggalkan dulu kisah bunda kucing dan keempat anaknya ini.

Kali ini saya ingin diskusi tentang rasa takut. Salah satunya takut kucing itu tadi. Rasa takut yang irasional menurutku. Kenapa orang bisa takut kucing? Men, ditimbang-timbang deh.. kucing itu ga makan orang, ga berbisa, ga nggigit, ga bikin orang mati karena liat matanya *yakali Basilisk*
trus kenapa ini cewek-cewek pada takut?
Dari survey abal-abaltapiserius yang telah saya lakukan sejak tahun 2012, beberapa orang mengaku tidak mempunyai alasan saat takut. Ya takut aja sama kucing. Kemudian saya tarik kesimpulan yakin haqqul yakin kalo penyakit takut kucing ini emang sengaja ditumbuhkan atau diwariskan semenjak kecil. Oleh siapa? Biasanya sih oleh ibu-ibu yang kelewat protektif sama anaknya. Kebiasaan deh, coba liat.. pasti di belahan bumi bagian Jawa atau manapun, selalu ada ibu-ibu yang mulai teriak histeris saat ngeliat anaknya ngedeketin kucing.

Dan, sebagai calon emak-emak juga (wuahahaha..) saya merasa kalo ini ga bener. Mending lah.. kalo ditanamkan takutnya sama kucing, nah, temen saya (cowok) ada yang sejak kecil ditakut-takuti sama polisi. "Awas lho, kalo ga makan ntar ditangkep pak polisi" "Kalo bandel, nanti pak polisinya dateng nangkep kamu". Dalam 1 konteks kalimat 'ancaman' aja itu udah ada 2 hal yang menurut saya ga bener. Pertama, bohong. Kedua, oknum yang dijadikan tersangka atau tokoh jahat. Hasilnya? Bisa ditebak sampe sekarang dia takut asli sama polisi berseragam lengkap. Kasian kan kalo udah bawa-bawa oknum gitu. 

Ketakutan irasional itu menurut saya mengganggu banget lah. Ya ga irasional. 
Makanya men, kalo ntar punya anak.. jangan dibiasain diancam-ancam bohongan gitu deh.. udah bukan jamannya keles. Jangan heran ntar kalo anaknya jago ngibul, lah wong orangtuanya yang ngajarin langsung kok.

Ok, kita lanjutin roman bunda kucing tadi.

Pada suatu hari Ahad yang cerah ceria, beberapa teman berkomplot untuk mengusir induk beranak itu. Tapi sayangnya, saat itu sang induk tengah keluar mencari nafkah untuk anak-anaknya. Jadilah kedua teman saya hanya berhasil menangkap ketiga bayi tanpa dosa itu, seekor lagi lari menyelamatkan diri ke tempat sepatu di garasi. Dibuang anak-anak itu di suatu tempat yang jauh sekali dari rumah kami, tanpa induk. 

Aku sendiri yang kemudian tau peristiwa itu belakangan marah sekali kepada mereka yang tega memisahkan induk beranak itu. Bukannya anak-anak itu masih terlalu kecil? Mereka bahkan hanya masih minum ASI. Bagaimana kalau mereka kelaparan? Bagaimana kalau mereka sampai di jalan raya? Bagaimana kalau mereka bertemu anjing yang jahat? Ah, tak sanggup aku bayangkan. Kejam sekali.


Read More...

Selasa, 14 Januari 2014

tontonan dan tuntunan

Leave a Comment
Beberapa bulan terakhir ini saya cukup resah dengan segala tayangan di media teve yang kian hari kian bikin bergidik. Acara joget-joget ekstrem, komedi slapstick, dan sinetron-sinetron pathetic yang saban hari diputar. Dan semakin parahnya, hampir semua stasiun teve swasta serentak memutarkannya pada jam tayang nonton teve. Pembelajaran apa yang diharapkan dari semua tontonan itu? 

Saya dulu banget pernah sekali dua kali ikut menonton, dan secara spontan langsung berasa efeknya pada kemerosotan mental. Dijejali lelucon-lelucon garing, sapaan-sapaan kasar yang membully fisik, dan adegan-adegan yang ga pantas untuk ditampilkan sebenarnya. Pada puncaknya, saya baca seorang anak sekolah dasar di daerah menirukan salah satu goyangan yang menjadi fenomenal itu sambil membuka resleting celana di depan teman-teman perempuannya.

Jika boleh, saya ingin memukuli dinding sambil menangis dan melempar alas kaki pada orang-orang pertelevisian yang mendewakan rating hingga menjual harga diri.

Saya sendiri, tumbuh dan besar di salah satu pelosok timur Indonesia. Ada akses, tapi terbatas. Dan saya tidak merasa ada yang salah dengan itu. Justru sekarang saya merasa bersyukur dan bahagia luar biasa mengingat masa kecil saya yang lurus dan sederhana. Mengejar layangan, berenang di laut, nangkap belalang, dan membaca majalah Bobo yang telat datang. Tidak ada mall, tidak ada geng motor. Lalu, juga tidak pernah terpikir akan melanjutkan studi dan hidup sebagai penduduk tambahan di Malang, kota (yang cukup) besar dan menjadi hulu puluhan ribu mahasiswa dengan gaya hidup yang beragam dan kadang pula menjerumuskan.

Ini tahun 2014, dimana banyak sekali orang-orang yang shalatnya terakhir entah kapan dan dengan tanpa malu maksiat di depan khalayak. I can't imagine how about 10 or 15 years coming..
Lalu saya berfikir, relakah saya jika nanti anak saya ditumbuhkembangkan dengan semua itu? Sekuat-kuatnya orangtua memenjarakan anak-anaknya dari pengaruh buruk environment, pasti ada celah dan membuat si anak melongok dan menyadari dunia seperti apa yang ditinggalinya.

Pada titik ekstrem (dan oh, saya berdoa semoga saya tidak benar-benar harus melakukannya), saya bilang pada seorang teman, mungkin saya akan memilih mengungsi di sebuah dusun tepi hutan terpencil sejak hamil dan membesarkan anak saya.

"zaman sekarang banyak tontonan jadi tuntunan, tapi banyak tuntunan malah hanya jadi tontonan." - K. H. Anwar Zahid



Read More...

Selasa, 07 Januari 2014

ChoDate dan Jelly Mata Sapi

Leave a Comment
"kamu keren banget, Nursih.. keren banget! Ibumu pasti bangga punya anak kaya' kamu..." kata saya berbinar-binar sambil menatap ke arah 'karya' yang saya buat.

Ok, ga usah muntah dulu.. cerita masih panjang.
Nah, jadi ceritanya.. beberapa hari yang lalu saat tangan saya gatel untuk maen dan ngeberantakin dapur, lahirlah 2 anak (baca: menu) saya yang baru. Masih tahap tester sih.. tapi udah layak makan kok.. sudah diteliti di ITB dan IPB halah, korban iklan.

Karena saya baik dan hati dan tidak sombong, saya bagiin resepnya yah..

=======================================================================

ChoDate (bacanya emang 'codet', biarin kampungan)
bocoran yah, ini emang tentang coklat dan kurma, bahannya juga gampil banget ditemuin di toko bahan kue:
- chocolate dark secukupnya
- kurma, belah dan buang bijinya
- kacang mede, oven atau sangrai sampai matang
- cream kacang atau selai buah
- permen gula atau meses warna-warni untuk topping

bikinnya gini nih:
1. Kurma yang udah ga ada bijinya tadi diisi sama kacang mede, kalo pake kurma yang bijinya kecil, bisa diganti dengan isian selai atau cream kacang.
2. Tim chocolate dark (inget ya.. airnya cukup panas aja, ga udah sampai mendidih, karena titik leleh coklat itu 40o C. Airnya juga jangan sampai kena coklatnya).
3. Lumuri kurma dengan coklat leleh hingga kurma tertrutup sempurna.
4. Taburi topping suka-suka
5. Biarkan coklat dingin dan mengeras
6. Makan.

makan aku, maka akuuu..
_______________________________________________________________________________________

Jelly Mata Sapi

Iyah.. ini emang terinspirasi dari telor mata sapi. Tapi ga ada hubungannya sama telor ayam yah..

Bahan putih:
- nutrijell plain 15gr
- 2 sendok makan susu Dancow putih bubuk, larutkan dengan sedikit air matang
- 6 sendok makan gula pasir
- 3½ gelas air

Bahan kuning:
- nutrijell jeruk/mangga 7gr
- 3 sendok gula pasir
- 2 gelas air
- udah itu aja

let gooooooo!!
1. campur nutrijell plain, gula pasir dan air... masak sampai mendidih
2. setelah mendidih, angkat dan masukkan susu putih, aduk rata.
3. cetak dalam cetakan/cup, tapi ga usah sampai penuh, cukup isi ½ cupnya saja. Biarkan mengeras
4. jika ada sisa, biarkan.
5. di wadah berbeda, masak nutrijell jeruk, gula dan air sampai mendidih
6. setelah mendidih, angkat dan masukkan fruity acid, yang ada bersama bungkus nutrijell, aduk rata.
7. cetak dalam wadah yang lebih kecil (saya pakai tempat okky jelly). Diamkan sampai mengeras, lalu keluarkan dari cetakan.
8. kalo sisa jelly putih tadi sudah mengeras, bisa dipanaskan lagi di atas kompor sampai meleleh.
9. tuang jelly putih cair ke jelly putih yang sudah mengeras dalam cup tadi, trus langsung cemplungin jelly kuningnya. Atur letaknya agar yang cembung di bagian atas, kaya' telor mata sapi beneran.
10. biarkan semuanya mengeras. kalo bikinnya bener, hasilnya bisa kaya' gini
 
                                                                                      cakep kan?

Gimana.. udah keren kan saya?
Dicoba beneran ya.. jangan dibaca doang. Sampai jumpa di experiment selanjutnyaaa :)


Read More...

Senin, 06 Januari 2014

dimanaku dimana?

Leave a Comment
Ini adalah catatan yang saya buat sambil berlari. Ini adalah tulisan yang tergesa-gesa. Saya cuma mau menuliskan, bahwa diri saya -yang kata orang selalu kelihatan bahagia tanpa ada masalah- ini juga pernah kecewa dan sedih. Dan bahkan, rasa kecewa itu sepertinya tak sengaja terawat dan terjaga sampai bertahun-tahun.
Dan tadi malam, saat saya sudah mematikan lampu dan bersiap tidur, saya baru kepikiran lagi... teringat beberapa hal yang belum atau tidak bisa saya capai. Mungkin saya kurang berdoa meminta, kurang berusaha, kurang pandai bernegosiasi, dan mungkin juga belum pantas.

Saya ingin masuk STSN, saya menjadi bagian dari aktivis Salman ITB (entah itu di Karisma, Korsa, atau Aksara), saya ingin menjadi keluarga kunang-kunang FIM, saya ingin menjadi seorang Pengajar Muda, saya ingin jadi anak Ngeteng Mania, saya ingin ini, ingin itu banyak sekaliiii... #nyanyiDoraemon

tapi yasudahlah.. bukan rezeki saya disitu, mungkin. toh, masih banyak ladang amal yang lain #ngeles

tapi saya ga mau terus-terusan mengeluh seakan ga ada lagi hal baik yang saya terima. 
Saya bersyukur sekali bisa masuk Tim SPJ batch 2, punya departemen sendiri di MY LiFE, bisa masuk grup ODOJ, dan lainnya...

alhamdulillaaaaaaah :')

Yes, bismillah.. dimanapun saya berada, semoga niatnya hanya karena Allah dan saya bisa selalu bermanfaat buat orang lain.



Read More...

Sabtu, 04 Januari 2014

Timeflies

2 comments
Tahun-tahun berlari menjauh dan aku kini berdiri di pintu 2014. Apa yang telah aku lewatkan? Terlebih apa yang telah aku pelajari?

Semua hal yang aku lewati belakangan ini berputar kembali di kepala, bagai potongan-potongan episode yang membentuk film panjang perjalanan hidup. Aku tersenyum dan merebahkan diri sejenak, refleksi diri mungkin akan bagus kedengarannya tanpa harus menoleh ke belakang. Timeflies.

Teringat kembali aku diantar ibu masuk TK. Semuanya biru, termasuk seragam sekolah.. namanya Angkasa. Dan bagaimana aku menangis saat pertama kali disuruh maju ke depan kelas untuk memperkenalkan diri.

Lalu bandelnya aku saat rok sekolahku merah, masih di Angkasa. Keluar masuk ruang guru bahkan kantor kepala sekolah. Siapa takut, anak guru pun aku tonjok.

Sekolah menengah, boleh jadi berubah 1800 karena aku merasa terintimidasi sejak masuk oleh gerombolan anak-anak dari SD swasta Katholik yang mendelik saat guru membacakan namaku sebagai peringkat pertama parallel placement test. Lalu aku bilang ke ibu, mungkin aku sudah salah memilih bersekolah di SMP favorit itu.

SMAku lebih berwarna lagi. Terasa sangat cepat.. entah mungkin ada yang memasang lorong waktu di gerbangnya, aku tak tau. Tapi hari-hari mempertahankan jilbab di depan dewan guru, merasakan didikan semi militer sebagai kompensasi sebulan ga sekolah karena dikarantina PASKIBRA, dan sekelas dijemur di halaman sekolah akan terus terkenang.

Timeflies sudah sejauh ini. Aku bersyukur sekali diberikan kesempatan untuk merasakannya.

Aku juga pernah kecewa. Bagaimana aplikasi studiku ke STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara) ditolak orangtua, dan program Psikologi yang menguap tanpa sempat aku tangkap. Bukannya aku tak bangga dengan almamaterku, bukan. Aku hanya merasa merasa bodoh sekali mempelajari hal-hal ini selama bertahun-tahun, namun aku tetap tak ahli.

Dari jalan sini, aku harus terus maju. Tak ada kesempatan untuk berbelok ataupun berbalik arah.

Waktu-waktu berlalu dan aku masih disini. Namun, bagaimana pun, aku bersyukur. Aku menemukan mereka. Aku menemukan kalian. Aku menemukanmu.



Read More...

Kamis, 19 Desember 2013

Random 22

1 comment
Aku rasa akan sangat hebat jika seluruh umat manusia ini mau bersepakat untuk saling membahagiakan sesama. Karena kau tau apa yang akan kau dapat saat membahagiakan orang lain? Kebahagiaan. Untuk itu kita perlu bekerja sama. Yup, sama-sama bekerja. Bukan yang satu sibuk beraksi, tapi yang lain cuma diam atau berkomentar. Bagaimana kalo kita sama-sama membayangkan salah satu adegan Dragon Ball, dimana Goku sudah kehabisan cara melawan musuh, lalu dia hendak mengeluarkan jurus pamungkasnya, Genki dama. Dia perlu transfer semangat seluruh manusia di dunia, bahkan jagat raya. Nah... seperti itu.
Atau mungkin pula kita harus merevisi doa turun temurun 'semoga menjadi anak yang shalih/ah, berbakti kepada kedua orang tua, agama, bangsa dan negara' menjadi 'semoga menjadi anak yang shalih/ah, berbakti kepada kedua orang tua, menegakkan agama, mengharumkan nama bangsa dan negara, serta bermanfaat bagi orang lain.' 

Makhluk akhir zaman dan single. Ini memunculkan banyak sekali tanda tanya bagiku. Kenapa orang-orang bisa begitu menaruh ekspektasi yang segitu tingginya kepada orang lain? Aku bukan cenayang yang bisa membaca pikiran. Karena itu aku bertanya.

But, hei.. tidak akan ada yang namanya harapan kosong kalo sebelumnya kau tidak berharap. Di usiaku yang sekarang banyak sekali polemik perasaan. Dan bagiku menyebalkan sekali kalo ada orang yang melihat dan mengukur diriku dengan kacamata kesempurnaan. Aku benci dibanding-bandingkan. Apa yang kau harapkan dariku? Aku masih suka makan ice cream di siang hari sebelum shalat dzuhur. 

Di salah satu tepi kehidupanku, aku merasa perempuan memang makhluk yang ribet. Kami suka berpikir panjang. Dan sering pula ragu :(, karena itu buktikanlah jika memang mampu :) #naon

Tolong ya... jangan memancing di air yang keruh.
Cukup tau posisi kita masing-masing, ga usah saling terburu-buru yang ga jelas.

Kita bicarakan dengan jelas dan terang, tanpa ada modus tersembunyi.

Ga semua orang mampu membaca kode. 

Sudah, kita pakai win-win solution saja. Kita akan pergi ke alam bebas.. tentu saja beramai-ramai, dan kita akan saling mengetahui. itu aja sih.

Read More...

road to a superb mother

Leave a Comment
Jika kau bertanya apa yang sedang saya lakukan sekarang, saya akan menjawab bahwa saya sedang belajar menjadi seorang ibu. Mungkin kau akan tertawa, hahaaa... tak apa, saya pun akan ikut tertawa karena beberapa orang memang menganggap ini lucu. Saya belum menikah, dan belum tau kapan akan menikah, tapi saya ingin menjadi ibu yang benar-benar ibu, a superb mother for future. Menjadi seorang pahlawan peradaban, sebagai bentuk pertanggungjawaban vertikal (kepada Allah). Saya tau untuk bisa sampai kesana banyak yang harus dipelajari dan dilakukan, dan saya percaya tidak ada instant superb mother, semuanya berproses.  Karena itu saya me-reset beberapa aturan yang harus saya patuhi sejak beberapa bulan terakhir.

Saya tidak lagi makan makanan ber'bahaya'. Saya berusaha tidak makan makanan yang mengandung vetcin dan saos abal-abal, saya menghindari Monosodium glutamat dan pewarna tekstil. Saya memastikan saya makan sesuatu yang halal. 
Sudah sejak SMP saya lakukan, meski semenjak kuliah dan jarak masak, agak menjadi kurang terkontrol. 

Saya berdisiplin dengan diri saya sendiri. Jangan suruh saya melaju saat lampu lalu lintas masih separuh hijau.. itu (masih) bukan hak saya.
Jangan buat saya terlalu lama menunggu. Jika kau berjanji datang pukul 1, datanglah pukul 1. Karena saya (in shaa Allah) sudah menunggu 5 menit sebelumnya.

Saya ingin menjaga diri dari apa yang tidak boleh saya lakukan. Jangan marah saat saya menjauh atau tidak menanggapi ketika kau bercerita tentang seseorang.. saya berusaha sekuat tenaga menghindari ghibah. Bukankah menjijikkan berkumpul dan memakan bangkai saudaramu sendiri?

Saya membaca buku atau artikel tentang menikah, parenting, dan segala sesuatu yang saya pikir akan bermanfaat. Saya sudah tidak takut ditertawakan. Saya tidak ingin ketinggalan ilmu karena gengsi dianggap lemah bacaannya.
and so on.

Saya ingin menjaga tubuh saya, karena dari rahim, dari pikiran, dan dari kebiasaan saya (dan my future husband) lah nanti karakter dan akhlak seorang khalifah akan terbentuk.

Kepada semua ibu-ibu super di seluruh dunia, 
(gambar dari sini)


Read More...

Senin, 09 Desember 2013

ini hanya fiksi (12)

Leave a Comment
Tolong, jangan asal nyeletuk, "aku tau yang kamu rasakan".
Tidak, kalian tidak benar-benar tau. Kalian tidak pernah melihat segalanya dari sudut pandangku. Kalian bukan tulang yang aku gerakkan, dan bukan pula daging yang dalam tubuhku. Kalian tidak menjalani hidup yang aku jalani. Kalian tidak pernah tau rasanya menjadi aku.

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(Q.S. Al Hujurat: 13)
Read More...

Sabtu, 07 Desember 2013

be a part of ODOJers 237

2 comments
Bismillahirrahmanirrahim...

1 Desember 2013 ini saya memberanikan diri untuk bergabung dengan grup One Day One Juz (ODOJ) garapan @AyoTilawah. Awalnya sih ragu, tapi karena nyadar sering ngerasa males tilawah belakangan ini, akhirnya nekat daftar deh.

Apa sih ODOJ?
ODOJ itu konsepnya hampir sama dengan One Day One Ayat (ODOA)nya ust. Yusuf Mansur, tapi kalau di ODOA kita diharuskan menghapal 1 ayat/hari, di ODOJ ini kita diharuskan tilawah minimal 1juz/hari. Sistemnya melalui grup di WhatsApp (WA). Jadi tiap 1 grup WA itu ada 30 ODOJers, dan setiap ODOJer diberi jatah 1 juz. Pada waktu yang sudah disepakati, semua ODOJers harus melaporkan status bacaannya (jika belum selesai karena alasan syar'i, bisa minta perpanjangan waktu sampai jam 20.30) dan setelah semua selesai, maka yang mendapat jatah juz 30 hari itu dipersilahkan untuk membaca doa khatam Quran. 
Jadi hitungannya, setiap hari kita bisa khatam tilawahnya, keren kan? 

Beberapa hari yang lalu dapat info, kalo grup ODOJ sampai tanggal 5 Desember 2013 kemarin sudah ada:
110 grup ikhwan
245 grup akhwat
totalnya 355 grup dengan jumlah total 10.650 ODOJers.
subhanallah.. 

Setelah Ustadz Salim A.Fillah, Anton Medan, sekarang Teuku Wisnu juga bergabung dengan ODOJ.. Grup Ikhwan 107. Alhamdulillaah. Semoga makin banyak yang gabung di ODOJ.

FYI, di Qatar juga sudah ada grup ODOJ. MasyaAllah :)
Ga sabar denger kabar bahagia “Semua umat muslim di dunia sudah menjadikan One Day One Juz sebagai gaya hidup, lillaah” ♥

"Indahnya ukhuwah.. Walaupun belum pernah ketemu sama 90% saudari-saudariku Grup ODOJ 229, namun kekeluargaannya….kerasa banget. Khataman tiap hari insya Allah. Sharing banyak hal.

I love them because of You, Ya Rabb. Bless them with Your Rahmah. Aamiin..

Yuk gabung bersama One Day One Juz! Kecipratan semangat baca Qur’an, ketagihan baca Qur’an dan makin cinta Qur’an (In shaa Allaah) :)
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan terbata-bata membacanya, mengalami kesulitan melakukan hal itu, maka baginya DUA pahala.” (HR Muslim)"

Dan alhamdulillah... beberapa hari ikut grup ini saya (masih) sanggup menyelesaikan 1juz Quran rata-rata saat ba'da dzuhur. Kalo Ramadhan, entah ya, buat saya Ramadhan itu kaya' udah di set dengan sebaik-baik, senyaman-nyaman, seenak-enaknya buat ibadah, jadi mau tilawah 1juz atau 2juz/hari hayu aja... tapi coba deh kalo pas hari biasa kaya' gini, beda aja tantangannya. Doakan saya istiqomah ya... 

Buat yang mau gabung ODOJ:
PENDAFTARAN
Cara Daftar, ketik : Gabung – Nama – Domisili – Usia – Nomor HP/Wa/BB
Contoh : Gabung-Rudi Suliwtiawan-Tangerang-35 th-0819871111111

ODOJ Pria/Ikhwan
No /Nama /Kontak
1     Widodo     085727484857
2     Fajar     083822493100
3     Fatah     081110 71736
4     Andhira     08561453464
5     Dedi     085925159202
6     Haidir     081314774290
7     Ricky     0811806504


ODOJ Perempuan/Akhwat
No /Nama /Kontak
1     Dian     085210836063
2     Aisi     081928831066
3     Fatmawati     08881635703
4     Isna     085693534392
5     Mala     085380290089
6     Ambar     085216731160
7     Maryana     085769240803
8     Eka     085642570693
9     Monalisa     08119993387

Yuk tilawah :)


Read More...

Jumat, 06 Desember 2013

hayu ngaBandung deui (2)

Leave a Comment
episode sebelumnya: disini

Hari 1
enam belas November dua ribu tiga belas jam 04.54, segala puji bagi Allah setelah 15jam terantuk-antuk akhirnya kami sampai di stasiun Kiara Condong, Bandung. Ngaso bentar trus langsung nungguin kakak yang langsung naik kereta lokal ke Cimahi (tiketnya murah bingit, 1500 perak, udah termasuk asuransi). Trus nungguin teh Sari yang katanya mau jemput jam 7. Lumayan lama nunggu, akhirnya teh Sari nelpon, katanya udah di parkiran depan stasiun. Nyari-nyari-nyari ga ketemu juga.. barulah ngeh kalo teh Sari salah jemput ke stasiun Bandung --'

Akhirnya saya inisiatif ngangkot aja, ngajak ketemu di Masjid Salman ITB, tempat yang paling saya rindukan sekota Bandung. Keluar area stasiun langsung nyari angkot putih Riung Bandung-Dago buat depan RS Borromeus dan jalan ke kampus ITB. Tebel muka aja sih, muka kucel, bawa backpack gede (yang liat pasti ngira abis turun gunung), masuk kantin Salman dan langsung makan, laper soalnya, hehee.. Ga lama teh Sari dateng, trus ketemu kang Pras juga yang langsung ngajak ke kantornya di gedung kayu, sekalian aja saya minta dicopyin foto-foto pas main ke Pulau Sempu setaun lalu. (baca disini)

Jadi rencananya hari itu teh Sari mau langsung ngajak kami ke Kawah Putih, sekalian ada mbak Lisa yang datang dari Jakarta juga. Karena ada 4 orang, berarti kami butuh 1 motor lagi, dan minjemnya yes ke mas Kurniawan Gunadi yang lagi ga di Bandung. Waaa... unbelivable banget lah... saya bawa motornya astrid (astrea idaman)nya mas Gun --"

Jam 1 kami berangkat ke arah Ciwidey.. ga disangka yah, ternyata tempatnya lumayan jauh, dan karena macet juga jadi yang awalnya estimasi nyampe cuma 1,5jam, jadinya sampe 3,5jam. Sampai di bawah kawah udah dingin banget, dan tips yah.. mending bawa masker sendiri deh, soalnya kami diwajibkan buat beli masker dengan harga 5ribu rupiah. Nah, naik ke kawahnya juga harus nyewa mobil. Harga sewa 1 mobil yang kapasitasnya 12orang 250ribu, tapi karena sudah sore dan ga ada lagi yang mau naik ke kawah -setelah proses negosiasi yang panjang- akhirnya kami berempat boleh nyewa 1 mobil dengan bayar 140ribu.


Hari 2
Hari ini teh Sari ada acara farewell party salah satu teman SIAWAREnya (dan berujung bisa liat mas Gun di dunia nyata) yang mau kuliah S3 di Belgia dan mbak Lisa ketemuan sama adik sepupunya, jadi sepanjang hari ahad ini saya dan Rani ngentang-ngentang di masjid Salman, ke Rabbani di depan UnPad, dan nyobain semua jajanan di depan ITB. Ga boring. Asik banget malah. Di Masjid Salman ini kalo pas Ahad rame banget.. banyak yang berkegiatan, mulai dari adik-adik PAS (Penitipan Anak Salman), KARISMA ITB di lapangan rumput dan yang belajar, ngaji atau halaqoh di sekitar halaman masjid. Well, boleh dibilang ini adalah masjid kampus paling 'hidup' lah menurut saya.















Hari 3
Kita bermain-main, siang-siang hari Senin.. (OST Laskar Pelangi)
Hari ini saya dan Rani berencana ke Trans Studio berdua aja, teh Sari kerja soalnya. Kenapa perginya hari Senin? Biar masuk pake tiket weekday, murah. muehehee.. abis selisihnya sampe 100rebu sih sama tiket weekend.
Dari Dago Atas kami naik angkot putih Dago-Riung Bandung sampe di pertigaan jl. Ibrahim Adjie, trus lanjut angkot merah Cicadas-Elang dan turun tepat di depan kompleks Trans Super Mall.
Ga mau panjang lebar ah ceritanya, asik parah pokona mah! Maenannya asik-asik semua (meski ada-beberapa yang ekstrimnya agak membahayakan kesehatan jantung), trus pertunjukannya yang juga OK banget, ada Kabayan Goes to Holywood yang ala-ala Broadway gitu, Putra Mahkota, sama yang di Special Effect Actions kuereeeeen banget. Trus sore-sorenya ada parade gitu...
Nyesel deh kalo ga nonton.





Hari 4
Mau nemenin Rani beli barang-barang titipan ke Pasar Baru. Motornya mas Gun masih ada sih.. tapi karena ga hapal jalan, kaya'nya enakan ngangkot aja. Naik angkot Dago-Stasion ke Pasar Baru (lupa warnanya apa). Saya ga banyak beli barang sih.. kan sesuai judulnya nemenin Rani belanja :P
trus pulangnya ke Salman lagi.. gatau ih, suka aja nongkrong disini.
Trus rencana malemnya mau nginep di tempat teh Ai, tapi ga jadi kerena mas Gun minta dianterin sama teh Sari ke stasiun, jadilah saya yang menemani (tentu saja karena harus bawa 2 motor). Dan baru ketauan kalo mas Gun itu di dunia nyata rame loh.. ga kebayang dari tulisan-tulisannya di tumblr deh, serius!

Hari 5
Hari ini sarapan special di Roti Gempol ditraktir teh Sari, trus teh Sari-nya langsung berangkat ke kantor dan pulangnya saya dan Rani nyasar-nyasar hampir sampai tol, hehehee.. kocak banget lah.
Malemnya nginep di tempat teh Ai di deket Monumen Perjuangan depan UnPad.
Serius ya, selama di Bandung, saya sering banget naik angkot dan motor sendirian, suka nyasar sih, tapi alhamdulillah... ujung-ujungnya bisa nemu jalan pulang juga.

Hari 6
teh Sari mendadak harus interview salah satu grup nasyid di Jakarta, dari pagi riweuh nganterin nyari travel karena travel yang udah dipesan hari sebelumnya udah berangkat. Yap, ketinggalan. Gatau saya dan teh Sari kena kutukan apa  ini, hehee.. gaaa, becanda. Emang dari pagi kita sibuk ga jelas sendiri sih, makanya telat.
Trus abis nganter teh Sari, saya dan Rani mau ke Paris Van Java (PVJ), naik motor sih, soalnya kata teh Wardah dan teh Zie, ribet banget kalo ngangkot, kudu ganti-ganti gitu. Akhirnya ± sejam ditambah nanya-nanya orang di Jalan, sampai juga kami berdua di PVJ di daerah Sukajadi.

Mallnya enak, maksudnya nyaman aja gitu, luas tapi masih keliatan adem, soalnya emang didesain mall berbasis taman gitu.. jadi ga berasa capek muterinnya meski luas. Tujuan kesini cuma mau beli Chocodot (cokelat isi dodol) aja sih, soalnya pas googling, adanya distro Chocodot disini doang.

Trus ketemu kerajinan lukis bara api. Keren ih, mau beli, tapi pas yang jualan lagi ga ada di stand :(

Hari 7 - pulang
Asli, ga terasa banget udah hampir sepekan disini... udah harus balik karena tiket pulang udah ditangan. Sebelum pulang, mau nyalman lagi, mumpung ada pasar Jumat di depan masjid.. eh, ga disangka ketemu sama kang Kasmita dan Kang Burhan yang lagi donor darah. Kocak banget! Kang Kasmita nya pake ekspresi kaget banget gitu, hehee.. *hapunten, kang :P*
Malemnya berangkat ke stasiun. Sebenarnya beneran belum mau pulang, tapi gimana ya.. tanggungjawab udah kelamaan ditinggal semenjak sakit kemarin. Yaudahlah... next time i'll be back :)

and finally, kereta Kahuripan mengantarkan kami membelah malam meninggalkan Bandung.

see u at nect adventures.
Ciaw :)


Read More...

Selasa, 03 Desember 2013

alhamdulillah, kita berjodoh

Leave a Comment
dua puluh dua tahun hidup di dunia, dan betapa saya terlambat menyadari rasa syukur yang mendalam pada Tuhan karena telah menjodohkan kita. 
pada satu moment saya merasa penuh, lengkap, sempurna, dan yang jelas bahagia. saya punya kalian.
ada yang datang semenjak dahulu, hingga kini masih setia menemani.
beberapa datang dan pergi, menumpahkan jutaan emosi dan hikmah untuk dipelajari.
saya bahagia.

alhamdulillah Allah telah menjodohkan saya dengan bapak saya, lelaki paling gagah, ramah dan shalih yang pernah saya temui.
alhamdulillah Allah telah menjodohkan saya dengan ibu saya, perempuan yang paling besar cinta dan setianya.
alhamdulillah Allah telah menjodohkan saya dengan kakak saya, kesatria abu-abu yang selalu mengajar dan melindungi.

kombinasi keluarga sempurna dengan cinta dan pengorbanan paripurna asli tiada tara.

tapi selain itu, saya masih punya kalian... sahabat, teman, dan yang sekedar lalu lalang masuk dan keluar hidup saya sembari menitipkan warna-warni.
terimakasih, kalian ada.

Alhamdulillah, Allah telah menjodohkan kita.


Read More...

Jumat, 29 November 2013

Sup Jagung ala Nursih

Leave a Comment
Lagi kangen masakan ibu + hidung nyumbat gegara gejala flu bikin saya bertekad bikin sup jagung pagi ini. Walaupun resep uji coba, tapi hasilnya enak lho... hehehee.. saya bagi yah, resepnya aja tapi.. buat yang mau nyoba bikin.

Bahan:
- dada ayam, bersihkan
- 2 buah jagung manis, dipipil
- 1 buah wortel, potong dadu kecil 
- 7 batang buncis (kalo suka)
- 2 butir kentang, potong dadu
- 1 butir telur
- baso secukupnya, potong jadi 4

Bumbu:
- 3 siung bawang putih, haluskan
- 1 siung bawang bombay, cincang kasar
- garam
- gula
- lada bubuk
- margarine
- daun bawang, potong kasar



Mari masaaaak







1. Ayam yang sudah dibersihkan tadi direbus dengan ± 1,5L air... setelah ayam matang, angkat dan potong ayam menjadi bagian-bagian kecil.
2. Masukkan kembali potongan ayam ke dalam kaldu, tambahkan jagung sampai ½ matang.
3. Panaskan wajan, lelehkan 1 sendok margarin dan tumis bawang putih sampai harum, tambahkan cincangan bawang bombay, hati-hati loh.. kalo ga kuat hidungnya bisa bersin-bersin.
4. Masukkan bumbu bawang dalam kaldu, aduk merata.
5. Setelah jagung cukup matang, masukkan wortel, buncis, dan kentang.
6. Masukkan garam, gula, dan lada bubuk secukupnya, jangan keasinan... ntar bikin darah tinggi.
7. Terakhir masukkan baso.
8. Setelah semua matang dan kaldu mendidih, pecahkan telur dalam sup sambil terus diaduk-aduk.
9. Taburkan daun bawang sebelum diangkat.

Gampang kan? Enak pula.. cocok banget dimakan hangat-hangat pas lagi flu atau hujan.
Boleh juga nih kalo ada yang mau tukaran resep.. ditunggu yaks :)


Read More...

Kamis, 28 November 2013

hayu ngaBandung deui (1)

Leave a Comment
masih sambungan sebelumnya: baca disini 

men, kakak saya mendadak muncul di Malang sehari sebelum ibu saya pulang. Usut punya usut ternyata dia hendak kursus dari kesatuannya di Cimahi. Okelah.. saya cariin dia tiket kereta yang sama dengan keberangkatan saya ke Bandung yang sudah saya pesan jauh-jauh hari, dengan syarat, dia ga boleh bilang ke ibu kalo saya mau main ke Bandung. Iya, ini pengalaman pertama saya pergi tanpa sepengetahuan dan ijin orangtua. Bandel, yes.. Tapi tenang saja kawan.. kelakuan saya sudah dicatat langit dan saya sudah menerima ganjarannya lunas tuntas. Plis, jangan tiru ini, selalu mintalah ijin orangtua kalo mau kemana-mana, apalagi kalo kalian belum ada yang punya #eh

Rabu sore ibu saya berangkat ke Bandara Juanda Surabaya dan Kamis paginya saya sudah nongkrong-nongkrong anggun di stasiun Malang Kota Baru bersama travelmate saya kali ini, Rani. Packingnya buru-buru pas malem sebelumnya. 

Kamis, 14 Nov 2013 - kereta Dhoho Penataran mengantarkan kami ke stasiun Kediri tepat jam 1 siang. Yup, tiket kami ke Bandung memang bukan dengan kereta langsung, tapi lanjutan. Karena perginya saya tanpa restu orangtua juga berarti tanpa sangu. Akhirnya dengan kemampuan ekonomi pas-pasan, saya bertekad mbolang dengan uang sendiri dan harus hemat serta cermat termasuk soal duit transport. Jadi rencananya kami naik:
- Dhoho Penataran | Malang 08.00 - Kediri 12.33 (Rp, 5.500)
- Kahuripan | Kediri 14.00 - Kiara Condong 04.33 (Rp, 50.000)
total: Rp, 55.500

Kereta selanjutnya jam 2. Kami makan siang, sholat, dan ngobrol di ruang tunggu. Beberapa menit menuju jam 2 kami sudah pasang telinga untuk mendengar pengumuman, tapi dasarnya aja yang ngomong itu berasa kumur-kumur.. beritanya jadi ga jelas kedengaran. Di luar ruang tunggu, di jalur 1 sebuah kereta bergerak, dan sekelebat saya melihat papan nama kereta "KA KAHURIPAN" di bodynya.
"Kak, itu keretanya kok tulisannya Kahuripan, udah jalan?" Saya bertanya ke kakak saya, masih ga ngeh. Sekian detik kemudian, "astaghfirullah, kak.. kita ketinggalan kereta! itu kereta kita!!"
Kita panik. Heboh. Diliatin orang-orang 1 stasiun.
Keretanya udah jauh dan kami ga mungkin ngejar-ngejar kaya' salah satu adegan di film 5cm, bawaan kakak saya cukup banyak, saya sendiri bawa backpack 60L yang lumayan beratnya. Ini nyata, bro!
Kau pikir ini balasannya karena saya pergi tanpa ijin ortu? Belum kawan, itu baru kebodohan pertama. Cerita masih panjang.

Saya berusaha mempersiapkan segalanya sesempurna dan seefisien mungkin, termasuk menyiapkan printscreen jadwal berhenti kereta di stasiun-stasiun berikutnya. Di jadwal itu, kereta berhenti di stasiun Kertosono jam 14.33, saat itu masih jam 14.05. Saya langsung ngambil inisiatif buat nanya sama cleaning service yang lagi nyapu deket kami waktu tempuh dari stasiun Kediri ke Kertosono, jawab si masnya dengan pede dan tanpa dosa, "kalo ngojek bisa 20 menit tuh, mbak.. "

Okesip. Kebodohan kedua.
Keluar stasiun dan langsung dikerubuti bapak-bapak becak yang kepo nanya-nanya kemana. Terus dipaksa naik becak buat dianterin ke pangkalan ojek. Pangkalan ojek yang dimaksud adalah warung makan, dan ojekersnya masih pada entah dimana... mereka cuma teriak-teriak aja nyari A, nyari motornya B, minjem helmnya C dan saya bengong karena waktu udah kebuang sia-sia 10 menit.

Akhirnya kami bertiga naik ojek (masing-masing tentunya) menuju Kertosono, yang tanpa saya ketahui ternyata udah beda kabupaten, Nganjuk. Nyaaaak... itu jauh banget dah! Dan sepanjang jalan yang ngebut ala Pedrosa itu saya cuma bisa nanya, "Pak, masih jauh ga ya?", sampai bapak ojeknya bosen dan ga jawab pertanyaan saya. Saya cuma bisa doa doang dalam hati, doa apapun saya baca, berharap keretanya mendadak macet di stasiun atau masinisnya kebelet ke kamar mandi, tapi udah kerasa kalo ga bakal dapat itu kereta sih, apalagi tukang ojeknya pake gatau jalan lagi -.-"

Jam 14.50 baru nyampe ke stasiun Kertosono, tentu saja kereta udah berangkat. Disitu beneran shock, berasa banget begonya.. tiket hangus, harus bayar ojek 210ribu untuk sia-sia (bahkan lebih mahal dari tiketnya), dan kudu beli tiket baru ke Kiara Condong.  Saya udah nangis menyesali kebodohan saya saat itu, tapi kemudian kakak saya menghibur dan menasehati: tenang, jangan panik, jangan suka terburu-buru, buru-buru satu salah satu sifatnya setan.. pikirkan dulu semua konsekuensinya.

Kebodohan ketiga.
Setelah istirahat dan diketawain sama petugas stasiun.. akhirnya kami memutuskan untuk balik lagi ke Kediri, karena kakak saya ga suka di Kertosono, sepi banget dan ga ada penginapan katanya. Jadilah saya memesan tiket balik ke Kediri dan si travelmate saya memesan tiket ke Kiara Condong untuk besok siang, tapi ternyata dia pesan dengan keberangkatan dari Kertosono, bukan Kediri, dan saya baru tau keesokan harinya.


Malam itu kami balik ke Kediri, dan nyari-nyari penginapan dekat stasiun. Berdasarkan hasil googlingan saya, ada 1 penginapan murah dekat stasiun, hotel R.I.S. astagaaa.. penginapannya serem, kucel, dan banyak premannya. Tapi karena sudah malam dan tidak ada lagi penginapan lain terdekat, akhirnya kami check in dan pesan 2 kamar, bersih diri, trus langsung tidur.


Jumat, 15 Nov 2013 - Bangun dan kelaperan... beruntung sepanjang jalan stasiun banyak warung. Kami sarapan makanan khas Kediri, pecel sambel tumpang. Kata kakak saya sebenarnya kalo malam itu enakan ke jalan Dhoho.. disitu banyak banget pilihan wisata kulinernya. Pas sarapan itu baru ketauan kalo tiket ke Kiara Condongnya dari Kertosono, berarti kami harus naik kereta ke Kertosono dulu :(
Menjelang siangnya saya langsung beli 3 tiket ke Kertosono, yang tersisa hanya jam 12.30 siang.
Jam 11 saya dan Rani sudah membereskan barang-barang dan bersiap check out. Ternyata kakak saya sudah berangkat ke masjid untuk shalat jumat. Kamarnya malah dikunci, jadi saya ga bisa masuk untuk membereskan barang-barangnya. Parahnya, saat saya bertanya sama ibu-ibu yang jualan makanan di sekitar stasiun, ternyata shalat jumat disitu selesainya sekitar jam 12.45an...

Jam 12.15 saya check out dari kamar sedangkan travelmate saya sudah berangkat duluan ke stasiun. Saya masih di depan masjid nungguin kakak saya. Jam 12.20, kalo saja ga inget bahwa mendengarkan sidang jumat adalah wajib mungkin saya udah nelpon kakak saya. Jam 12.33 kereta Dhoho Penataran sudah datang, akhirnya shalat jumat selesai, saya dan kakak saya langsung lari-lari balik ke penginapan buat beresin barang-barangnya dan check out. Kita lari-lari ke stasiun, untung petugas stasiunnya tau kami sudah ketinggalan kereta kemarin jadi kereta yang sekarang masih belum dibolehin jalan. Naik, duduk, selamat. Alhamdulillah..

Jam 14.30 kami berganti kereta Kahuripan di stasiun Kertosono. Nah, kalo di postingan sebelumnya saya tulis pengasong, pengamen, dan pengemis ga boleh naik kereta ekspres, ternyata ga berlaku untuk kelas ekonomi di wilayah Jawa Timur. Kereta dari Malang yang kami naiki kemarin pun memang banyak pengasong dkk. Disini ternyata masih legal bagi mereka mencari duit di atas kereta. Sorenya, begitu kami memasuki wilayah Jawa Tengah, kami makin sulit menemukan para pengasong dkk. Ternyata petugas-petugasnya (Polsuska) sangat ketat mengawasi. Bahkan saat saya dan kakak saya ngobrol di bangku lain (saat itu kereta masih belum banyak penumpang, sehingga banyak bangku yang masih kosong), tiba-tiba datang seorang ibu yang duduk di samping saya membawa termos dan puluhan kopi sachet yang dibungkus kresek berlapis. Merasa belum cukup aman, ibu itu juga ngambil topi kakak saya untuk menutup barang dagangannya tadi. Saya akhirnya nanya, "ada apa, bu?" "Aduh, maaf ya mas, mbak.. ini saya lagi sembunyi dari petugas. Ntar sampean bilang aja ini punya sampean, haduh.. takut aku, mbak.."

Tanpa diminta pun ibu itu langsung curhat pernah dipaksa ikut sidang supaya ga jualan lagi di area stasiun dan kereta, juga ngeluh soal kebijakan PTKAI yang dirasa merugikan rakyat kecil seperti mereka. Ga pake lama, ibu-ibu ini manggil temen-temen asongannya yang lain, jadilah tempat saya dan kakak dikerubuti ibu-ibu yang kemudian merencanakan bakal sembunyi di WC begitu ada petugas yang memeriksa.

Semakin ke barat, kereta semakin penuh..akhirnya saya dan kakak balik ke tempat kami. Sempit sih, bertiga.. daaaan.. kami masih harus duduk selama 15jam,  tapi saya nyaman2 aja.. kalo ngantuk nyander ke kanan ada Rani, ke kiri ada pundak kakak saya, hehee..


nyambung (lagi) dulu yak..


Read More...