Tampilkan postingan dengan label Lirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2014

dari Saladin, Adakah Kau Lupa?

Leave a Comment
Lagi ngumpulin niat (hahaa --') mau ke rumah mba Norma di Kendalpayak buat persiapan walimah Ahad besok sambil dengerin lagu dari laptop. Nah pas kali ini list yang keputer adalah nasyid-nasyidnya Gradasi, Raihan, Tashiru, dkk., tapi ada satu kepunyaan Saladin yang saya putar ulang beberapa kali karena berasa jadi reminder banget ini. Judulnya 'Adakah Kau Lupa?'
Berikut liriknya:

Adakah kau lupa kita pernah berkuasa..
adakah kau lupa kita pernah berjaya..
memayungi 2/3 dunia
merentas benua
melayar samudera
keimanan juga ketakwaan rahsia mereka capai kejayaan

Adakah kau lupa kita pernah berjaya
adakah kau lupa kita pernah berkuasa
memayungi 2/3 dunia
merentas benua
melayar samudera
keimanan juga ketakwaan rahsia mereka capai kejayaan

Marilah wahai anak bangsa kita bina kekuatan jiwa
bangunlah wahai anak bangsa kita bina kekuatan jiwa
gemilang generasi yang silam membawa arus perubahan
keikhlasan hati dan nurani ketulusan jiwa mereka berjuang

Adakah kau lupa
sejarah telah mengajar kita budaya islam di serata dunia
membina tamadun berjaya merubah mengangkat maruah

Keren banget ya.. pertama denger lagu ini pas lagi ikut Sekolah Mentor beberapa tahun yang lalu. Dan melihat banyaaaak banget masalah yang tengah dihadapkan ke depan umat Islam saat ini dari luar maupun dalam, menimbulkan sebuah tanya... kapan lagi Islam akan kembali berjaya?


Read More...

Jumat, 08 Maret 2013

Sebuah Kontemplasi

Leave a Comment
sebenarnya ini adalah rekaman Kak Yunus Kuntawiaji di Soundcloud. Pertama denger ini saya merinding lalu perlahan-lahan ada yang ngalir di sudut mata. Jujur sekali. Mengingatkan betapa lemah kita dihadapanNya, kita tak ada apa-apanya. Apalagi dengan backsound dari Alm. Chrisye yang 'Saat Tangan dan Kaki Berkata' #makjleb... T.T

Ya Allah,
BagiMu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya,
BagiMu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya,
BagiMu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya,
BagiMu segala puji, dan bagiMu kerajaan langit dan bumi serta seisinya,
BagiMu segala puji,
Engkau benar, janjiMu benar,
firmanMu benar, bertemu denganMu benar.
surga adalah benar, neraka adalah benar,
para Nabi adalah benar, Muhammad adalah benar,
hari kiamat adalah benar.

Ya Allah kepadaMu aku pasrah,
kepadaMu aku bertawakkal,
kepadaMu aku beriman,
kepadaMu aku bertaubat,
dengan pertolonganMu aku berdebat,
kepadaMu aku menjatuhkan hukum.
oleh karena itu ampuni dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.
Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan.
Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau.
Engkau adalah tuhanku,
Tidak ada tuhan yang haq disembah kecuali Engkau

Ya Allah tolonglah aku untuk selalu mengingatMu,
bersyukur kepadaMu dan beribadah kehadiratMu.
Ya Allah tolonglah atas keselamatan agamaku, keafiatan badanku, pertambahan ilmuku, keberkahan rezekiku, taubat nasuha sebelum ajal, dan ampunan sesudah mati.

Ya Allah selamatkan aku dari neraka dan maafkan dosaku ketika ditimbang nanti.
Ya Allah bimbinglah hati dan pikiranku,  agar selalu merasa khusyu' bersujud di atas sajadah panjang terbentang sampai ke pintu kematian.
Ya Allah dengan kasihmu, semoga di kampung akhirat nanti Kau masukkan aku ke dalam komunitas para anbiyaa' dan syuhada, meski pada barisan yang paling belakang.

dengar disini, semoga bisa kembali menghaluskan hati.

Read More...

Rabu, 09 Januari 2013

Kisah dibalik ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’

Leave a Comment
ini tulisan yang saya copy-paste dari sini dan kenapa saya pikir saya perlu meng-share kembali tulisan ini adalah karena tokoh utama di tulisan ini, alm. Chrisye adalah salah satu penyanyi favorit saya. 



Kisah dibalik ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’


Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Chrisye atau Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON:
 Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.


Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi ,A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!


Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.


Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.


Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.


Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:


Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.


Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.


“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.


Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!


Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.


Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!


Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.


Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.


Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.


***


Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.


Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ’kan?”


Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.


***


Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin.


(Source: eramuslim.com)



lirik lagunya sendiri:

Akan datang hari  mulut dikunci, Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara dari mulut kita


Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya tanggung jawab, tiba…


Rabbana
Tangan kami, kaki kami, mulut kami mata hati kami
Luruskanlah, Kukuhkanlah, di jalan cahaya sempurna


Mohon karunia kepada kami, HambaMu yang hina


 coba dengarkan dan hayati lagu tersebut... kalo dengerin lagu ini ga bikin Anda menangis, ................. (silahkan asumsikan sendiri)

Read More...

Minggu, 01 April 2012

Coba Katakan by Maliq & d'Essentials

Leave a Comment
sedang suka sama lagu ini...serasa dalem aja gitu. sebenarnya sudah lama punya dan dengar..tapi tiba-tiba ngeklik  dengan lagu ini.

Coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan dari apa yang dijalankan

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan

Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

Coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana,

Buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa mewujudkan bahagia..

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan

Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

Ohh.. Oh.. Habis sudah semua rangkai kata..

Telah terungkap semua yang kurasa..
Yang kuingin akhir yang bahagia.. hoo..

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan

Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka..

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan

Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

Wohoho.. Dudududu…

Wohoho.. Dudududu…



Yang ku inginkan..
Satu tujuan..
Sebuah kenyataan..
Bukan impian..
Bukan harapan..
Bukan alasan..
Satu kepastian..

Coba katakan..

Coba katakan..
Coba katakan..
Coba katakan..




lagunya bisa di donlot di sini
Read More...

Kamis, 27 Oktober 2011

Number One for Me (Mother) - Maher Zain

Leave a Comment
Abang Maher ngeluarin single terbaru lagu (yah, walopun secara pasti saya ga tau kapan keluarnya). Titlenya Number One for Me (Mother), dengerin sendiri dah...menggugah banget.



I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain i put you through
Mama now I’m here for you

For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed


*Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday

Mom I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face everyday


You know you are The Number One for me 3x
Number One for me

Now I finally understand
That famous line
About the day I’d face in time
‘Cos now I have a child of mine

Even though I was so bad
I’ve learnt so much from you
Now i’m trying to do it to
Luv my kids the way you do

There’s no one in this world

That can take your place
Ooo I’m sorry for ever taken you for granted

I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I’m around you

Now I will try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me

dan untuk lagunya bisa di download disini
selamat membahagiakan ibu ^^
Read More...

Senin, 06 Juni 2011

Bila Waktu Telah Memanggil - Opick

Leave a Comment
Pernah dengar lagu ini kan??
Kenapa ya, kalo denger lagu ini bawaannya air mata pengen merembes gitu aja..

Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yg sementara?
Bagaimanakah bila semua hilang
Dan pergi meninggalkan dirimu?

Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari?
Masihkah ada jalan bagimu
Untuk kembali mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan

Semua dan segala yang ada akan kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil,

Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tinggallah sepi
Read More...

Kamis, 05 Mei 2011

Fix You by ColdPlay

Leave a Comment
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
When the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

High up above or down below
When you too in love to let it go
If you never try you will never know
Just what your worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down on your face
And I..

Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down on your face
And I..

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you.
Read More...

Minggu, 06 Juni 2010

Jalanmu Bukan Jalanku - Andra and the BackBone

Leave a Comment
Tak bisakah kau lihat diriku?
Tak cukupkah bahasa tubuhku?
Katakan padamu, bahwa ku tlah bosan...

Tak bisakah kau baca hatiku?
( Tak bisakah kau baca hatiku?)
Bahwa diriku tak menginginkanmu lagi....
Katakan padamu, bahwa ku tak tahan...

Kini ku tak mampu lagi tuk ikuti caramu, 
Hanya membuatku sakit hati
Kini ku tak mau lagi,
Jalanmu bukan jalanku dan kau tlah memilih....

Tak mudah bagiku untuk meninggalkan dirimu...
Tapi ku tak sanggup lagi denganmu...oh denganmu...
Read More...