Rabu, 09 Januari 2013

Kisah dibalik ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’

Leave a Comment
ini tulisan yang saya copy-paste dari sini dan kenapa saya pikir saya perlu meng-share kembali tulisan ini adalah karena tokoh utama di tulisan ini, alm. Chrisye adalah salah satu penyanyi favorit saya. 



Kisah dibalik ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’


Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Chrisye atau Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON:
 Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah.

Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, “Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita rekaman itu.


Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi ,A’udzubillahiminasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ’alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti. Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!


Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.


Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon, “Chris, alhamdulillah selesai.” Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut.


Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali.


Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye–Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:


Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata.


Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.


“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.


Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!


Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.


Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!


Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.


Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.


Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.


***


Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. “Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.


Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. “Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ’kan?”


Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.


***


Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin.


(Source: eramuslim.com)



lirik lagunya sendiri:

Akan datang hari  mulut dikunci, Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara dari mulut kita


Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya tanggung jawab, tiba…


Rabbana
Tangan kami, kaki kami, mulut kami mata hati kami
Luruskanlah, Kukuhkanlah, di jalan cahaya sempurna


Mohon karunia kepada kami, HambaMu yang hina


 coba dengarkan dan hayati lagu tersebut... kalo dengerin lagu ini ga bikin Anda menangis, ................. (silahkan asumsikan sendiri)

Read More...

Senin, 07 Januari 2013

φως' confession

Leave a Comment

Halo! Salam kenal, makhluk bumi.

kalian mungkin belum kenal siapa akika. Nama akika φως, akika adalah makhluk dari planet Anobiakrotos dari galaksi Dubipapuadem. Akika ditugaskan ke bumi untuk mengawasi kalian. Selama di bumi, akika terperangkap dalam tubuh seorang perempuan yang kalian biasa memanggilnya Nursih. Kali ini akika mau cerita tentang induk semang akika, si Nursih ini.
Nursih, gadis bumi yang aneh. Akika lihat dia suka memperhatikan tingkah laku dan remeh temeh dari orang-orang disekitarnya; mulai dari cara berjalan, cara makan, cara memilih kata dalam berbicara, sampai cara mereka ngupil. Lalu dia mulai berasumsi dalam diam, mencoba menarik benang merah dari segala penelitian tak berdasarnya, berusaha mengira-ngira sifat dan watak mereka.

Nursih ini payah, mengira dirinya perempuan tangguh, mandiri, bisa mengatasi semuanya sendiri… haha.. yang benar saja! Yah, dia memang hampir tidak pernah menangis di depan orang lain, tapi –sungguh, ini diantara kita saja ya– saat dia sendiri, tak ada yang tau kan? 

Er, ya.. tapi akika rasa dia memang mandiri, setidaknya sekarang. Kalian tau, dulu saat kakaknya, Nurdin, masih di pulau sini… sungguh mati, dimanja benarlah dia! Akika rasa dia punya prinsip: untuk sekarang, hanya ada dua lelaki yang boleh dia repotkan: ayah dan kakaknya. Selain itu, tak ada lah, kecuali nanti, saat dia sudah menemukan seorang lagi, suaminya. Karena itu dia jarang meminta bantuan, bahkan saat pindahan kost, saat masang parabola di genteng lantai 2, saat harus ngirim 2 kerdus paket dengan naik motor, sungguh, akika tak habis pikir dibuatnya!

Setau akika nih ya.. Nursih ini suka sekali dengan gunung dan pantai, suka juga dengan coklat, keju, dan duren. Dan suka bunga juga, tapi bukan bunga potong. Kasihan katanya, bunga secantik itu harus dipaksa mati. Yang jelas selama menginang di tubuh Nursih, akika sering kelaparan. Jarang dia makan, sok sibuk benar dia. Tapi suka sekali dia ngemil, tapi juga tak bisa gemuk. Hahaa… sudah akika bilang kan, induk semang akika, si Nursih itu aneh!

Ah, ya… sudah dulu ya.. akika mau laporan sama boss akika di planet Anobiakrotos tentang kelakuan orang-orang bumi yang semakin apatis. Apatis pada keluarganya, pada alam lingkungannya, pada segala disekitarnya. Akika rasa bumi bukan lagi planet yang indah untuk ditinggali. Kalian mau pindah ke planet akika?

Read More...

Kamis, 03 Januari 2013

Gunung-Pantai

Leave a Comment
Gunung; meninggi untuk melihat siapa yang datang dan bersungguh-sungguh ingin bersahabat.
bukan menakhlukkan, karena kita-lah yang menakhlukkan ego dan sombong kita pada gunung, kita takhluk pada alam.

Pantai; merendah agar terjangkau sesiapapun. namun keindahannya tetap mengikat, seperti tapak yang kau tinggalkan di pasirnya.
Read More...

Minggu, 23 Desember 2012

hari Minggu ini terbuat dari:

Leave a Comment
well, ini random dan ga penting... jangan dibaca!

~ belum bisa membedakan antara Jl. Papa Biru dan Papa Kuning 

~ ngajar shift extra pagi + rapat evaluasi

~ "bicara yang baik, atau diam!"

~ "dengan begini pun insya Allah antum sudah melaksanakan butir pengamalan UUD 1945: ikut mencerdaskan kehidupan bangsa."

~ "biar ilmunya juga ga asal lewat telinga kanan ke telinga kiri, ukh.. jadi bisa jadi amal buat antum."

~ makan kue nagasari lagi setelah 7 tahun #InfoPenting

~ survey harga carrier, sepatu lapangan, dll. ke Cartenz Gajayana, Rei, Eiger1, dan Eiger2 di M.T. Haryono.

~ nemu carrier Consina 60L kuat, terjangkau.. tapi warna ungu terong -___-"

~ maen ke distro outdoor gears itu lebih menggoda iman dan kantong ketimbang maen ke distro baju.

~ mantengin duren sepanjang Dinoyo

~ "Allah sudah menggariskan rezeki setiap umatnya, kita hanya tinggal menjemput, bukan lagi mencari."

~ "ada banyak jalan menuju Roma, tapi mungkin pula Roma-ku dan Roma-mu juga berbeda."

~ "sudut pandang kita berbeda, mungkin kau melihat melalui teleskop, sedang aku mengintip dari sedotan."

~ "terserah kalo loe pikir gue kolot, tapi buat gue hal-hal kecil kaya' gitu prinsipil banget."




Malang,  23 Desember 2012



atas nama sebuah jiwa merdeka,
Nursih D. Hastuti
Read More...

Minggu, 16 Desember 2012

Variable Bebas

Leave a Comment

ini cuma iseng... jangan berharap banyak.

kau sudah mencoba berhati-hati... namun kau tetap ditabrak orang lain.
kau sudah mencoba cepat .. namun kau tetap dibuat menunggu oleh orang lain.
kau sudah mencoba antri... namun kau ditelikung orang lain.
kau sudah mencoba merencanakan semuanya... namun dibuyarkan orang lain.

nasib?
bukaaaan... saya tak sedang bercerita tentang nasib, takdir, ataupun apalah itu namanya
ini murni tentang variable bebas...

nah, ditilik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, variable bebas sendiri artinya:
"faktor, hal, atau unsur yg dianggap dapat menentukan variabel lainnya; "

itulah.. setau dan sepengalaman saya, di dunia ini ada hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, hal-hal diluar jangkauan kita, sesuatu yang tak dapat kita atur... dan saya suka menyebutnya: variable bebas.

itu saja. terima kasih.
Read More...

Kamis, 29 November 2012

Itu Pilihan, Dek..

Leave a Comment
Malang, 29 November 2012
selepas Subuh yang tidak dingin..

telat 1/2 jam (sumpah, ini parah) datang ke Halaqoh gabungan kemarin sore yang ternyata hanya berisi 3 orang:
saya, Rohmah (FK UB 2009), dan Atifah.
lalu sambil nunggu mbak Iin menuliskan materi di whiteboard, kami bergantiian menyetor hapalan.

"Degg.. astagfirullah, ga siap.., belum hapalan :(" dalam hati, malu pada mereka, terlebih diri  sendiri.
akhirnya saya memutuskan untuk murajaah... dan yang saya takutkan terjadi...
salah satu surah yang dulunya saya hapal mulai mbulet di bagian tengah. astagfirullah... selanjutnya bacaan saya pun terus-terusan dibenarkan oleh Rohmah yang menyimak.
"kalo udah hapal, trus ilang itu dosa ya?" tanya Rohmah pada saya.
"iya..." jawab saya lemah.
"kalo sengaja ya dosa, dek..." timpal mbak Iin dibalik whiteboard. "Sebenarnya mau hapalan atau tidak, mau murajaah atau tidak, itu semua pilihan, dek... semua kan punya konsekuensinya. kalo mau dijaga oleh Allah, ya hapalan Qurannya juga harus kita jaga. Kalian mau tidak bikinin ortunya jubah kemuliaan di akhirat nanti?"
Saya dan Rohmah sudah berderai-derai. Atifah yang lulus murajaahnya tersenyum.

astagfirullah, astagfirullah, astagfirullaaaah...

hayoooo, Nursiiiih.... !!!!!
jangan sok sibuk sendiri untuk sekedar dunia!
Read More...

Jumat, 23 November 2012

November Ceria

Leave a Comment
Malang, November 2012

Bismillahirrahmanirrahim...


Apa kabar sahabat? sehat semua kah?? alhamdulillah... ini adalah bulan yang sangat menyenangkan buat saya. penyebabnya? teteh saya datang berkunjung. eemmm...aslinya karena beliau mau ke acara di Semeru yang diselenggarakan Avtech sih, tapi tak mengapa, bukankah bertemu saudara adalah kebahagiaan buat saya?

beliau dan rombongan datang Rabu lalu (14/11). dalam rombongan tersebut ada 2 akhwat (teh Sari dan teh Ai) dan 3 orang ikhwan (kang Pras, kang Burhan, dan kang Fery). teh Sari dan teh Ai sementara tinggal di kostan saya, dan yang ikhwan-ikhwannya alhamdulillah dapat tumpangan di tempat kenalan kang Pras, mas Mahya. setelah bebersih, malamnya kami wisata kuliner di Bakso Bakar lalu mencari tempat penyewaan tenda karena yang beliau bawa dari Bandung cuma 1. uniknya saat itu kami para akhwat sama-sama memakai kerudung hitam Rabbani, padahal ga janjian lho :)


Kamis pagi (15/11) beliau berlima langsung naik ke Semeru, sedih sih ga bisa ikut... pagi itu saya ada agenda bersama KOLAM, rapat BPH sekaligus piknik di kebun teh Wonosari, Lawang. tapi kemudian jadi watir sendiri, soalnya pas siangnya langsung hujan... kepikiran sama beliau2 yang sedang otewe ke Semeru.
Alhamdulillah... semuanya baik-baik saja sampai turun dari Semeru lagi hari Sabtu malam (17/11).  dan ketambahan lagi seorang pendaki dari Jogja, mbak Yuyun. Esok Minggunya (18/11) semuanya pada riweuh mau ke Pulau Sempu, mulai dari nyari sewaan motor lah, nganterin mbak Yuyun ke terminal yang langsung mau pulang ke Jogja, ngubek-ngubek FO Eiger nyari sendal buat teh Ai, sampai nyiapin kejutan buat milad kang Burhan...

Akhirnya kami jadi berangkat ke Sendang Biru-Pulau Sempu jam 11 siang, molor 3 jam dari rencana awal. kata ikhwannya, akhwat ga boleh bawa lebih dari 1 carrier, semua logistik ditanggung ikhwan.. heu...padahal biasanya kan malah para lelaki ga mau tau soal bawa makanan, taunya  pas makan aja kan? beda sekali sama ya :) jadi bawaan ikhwan termasuk tenda dan logistik jadi 2 carrier, total kami bawa 3 carrier. saya dibonceng teh Sari, teh Ai dibonceng kang Pras, dan kang Burhan sama kang Fery. er yah... kami berangkat ber-6, 5 anak Bandung dan saya, anak Malang (uhuk..ngaku-ngaku) yang juga belum pernah ke Sendang Biru. lalu, gimana? pakai GPSnya kang Fery.

awalnya lancar-lancar aja sih... sempat kelewatan jalan karena teh Sari yang ngebut... akhirnya diputuskan bahwa yang di depan adalah yang megang GPS, kang Fery + kang Burhan, lalu teh Sari dan saya di tengah, dan paling belakang kang Pras dan teh Ai. Sekitar jam 1 kami sampai di rumah saudara kang Pras di Talok. ishoma dan 'ngerampok' makanan buat dibawa ke Sendang Biru. lalu ngelanjutin perjalanan... yang kemudian ga tau gimana awalnya, akhirnya kami keluar dari jalan besar dan nyasar di perkebunan karet yang saya lupa namanya.. jalannya benar-benar setapak berbatu... dan orang-orang yang kami temui pada heran kenapa kami mengambil jalan tersebut.
















beberapa jam kemudian kami sampai pada jalan yang benar dan mulai melaju mengejar sunset dan  pemberangkatan perahu terakhir ke Pulau Sempu. tapi yah... pada akhirnya kami sampai di Sendang Biru jam 6.16 dan sudah tidak ada perahu lagi yang berangkat. setelah koordinasi ulang, akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di tempat parkir. jadi itu ikhwannya tidur di dipan trus akhwatnya tidur dalam tenda.

sepanjang malam itu pula diberlakukan jadwal piket secara berpasangan. piket pertama teh Ai dan kang Burhan dari jam 20.30-23.30, lalu giliran saya dan kang Pras 23.30-02.00, dan terakhir teh Sari dan kang Fery 02.00-04.00.... (tapi yang terakhir curang nih, masih jam 3an lebih saya udah dibangunkan dan malah mereka yang ganti tidur) :P

akhirnya jam setengah 5, kita udah selesai shalat Subuh dan langsung bersiap menuju pulau Sempu. ngebongkar tenda, ngepacking carrier lagi, dipaksa minum vitamin B dan C sama kang Burhan, ngantri WC, nyari guide, dsb. nah, pas kita lagi nunggu sarapan ini, kang Pras minta kang Burhan supaya ngejagain barang-barang yang mau dititipin ke kantor perijinan. trus kita berlima nulis-nulis kartu ucapan buat beliau... hehhe... jahat ya?

akhirnya kami dapat perahu dengan harga sewa Rp. 100.000 untuk pp pulau Sempu, dan sewa Guide yang juga Rp. 100.000 untuk sehari perjalanan (tapi hati-hati, biasanya mereka akan minta tambahan pada pengunjung baru dengan alasan pantai yang dikunjungi banyak).

kami tengah berada di atas perahu sekitar jam 6.40, ternyata hanya butuh waktu sekitar 15 menit untuk menyeberang ke Pulau Sempu. setelah itu kami langsung treking ke tujuan pertama dan utama: Segara Anakan. kata kang Pras artinya 'anak laut'. butuh waktu sekitar 80 menit lah kalo treking santai sambil foto-foto. lumayan berkeringat sih jalurnya. tapi waaaa.... pas kamu lihat waaaa.... airnya itu lho, waaaa...... demi Allah, yang menciptakannya, itu asli indah banget!!






airnya jernih banget, pasirnya putih nan halus, lalu banyak geng-geng ikan-ikan kecil berenang. berhubung kami datang pada hari Senin (19/11) maka Segara Anakan itu sepi banget... serasa punya pulau pribadi lah... asik banget buat berenang, nyobain foto-foto pake underwater camera, lari-lari di pasirnya...
aaah...benar-benar secuil surga yang jatuh ke bumi :)

Kemudian dari Segara Anakan kami terus bergerak menyusuri pulau menuju pantai Kembar 1, Kembar 2, dan Pantai Panjang. Aiiiih... benarlah, Pulau Sempu itu aslinya ga bakal puas dinikmatin dalam sehari... Pulau seluas 277 hektar ini pantai-pantainya masih perawan banget dan hutannya juga masih fresh... sayang, di perjalanan kita sedikit banyak akan menemukan sampah-sampah yang ditinggalkan pengunjung. please deh... sampah kalian itu lho ya!!

Mengejar matahari yang semakin tinggi... kami cuma sebentar saja di tiap pantai, karena target balik ke Malang sekitar jam 1 siang. jadi ada waktu untuk makan siang dan bebersih dulu, lalu bisa sampai Malang sebelum gelap. Terakhir di Pantai Panjang, kami memberikan kejutan buat kang Burhan yang kemarinnya (18/11) berulangtahun. ah, walaupun cuma sepotong roti dan 6 lembar kertas warna-warni bertuliskan doa, tapi kalau diberikan secara ikhlas dan di pantai yang indah itu rasanya kereeeeen banget!!
belum puas di Segara Anakan-nya :( harus bikin Segara Anakan season 2!!!
#tekad #kepaltangan

other picts:







kita semua harus melewati tangga kayu lapuk ini lho... :)


Read More...

Sabtu, 17 November 2012

Kau Pikir Mudah Menjadi Perempuan, Nak?

Leave a Comment

Malang, 17 November 2012

Bismillah,
sedang hujan di luar sana dan uhuk-uhuk saya yang yang masih betah di tenggorokan. As usual, scrolling di dashboard tumblr dan nemu tulisan ini:
Kau pikir mudah menjadi perempuan, nak?
Ketika ada banyak kebaikan yang ingin kau beri tapi mereka yang centil menyalah artikan kebaikan menjadi semacam perhatian.
Kau pikir mudah menjadi perempuan, nak?
Ketika ada banyak ilmu yang ingin kau curi, tapi sekali lagi khawatir menjadi fitnah diri.
ya, sulit nak menjadi perempuan. Tentulah yang aku maksud disini adalah perempuan terjaga.
Mudah saja bagiku mungkin untuk foya-foya, pesta pora, dan mencari-cari cinta pada banyak pria. Tapi nak, aku tak mau menjadi bagian dari perempuan ahli neraka.
ya, begitulah, sulitnya menjadi perempuan. Tentulah yang aku maksud disini adalah perempuan beriman.
karena dari merekalah awal kehidupan mulia dimulai.
Kau tahu nak, hal yang paling menyedihkan adalah ketika kau menjadi sumber dosa bagi manusia lainnya. Perempuan adalah makhluk yag rentan menjadi fitnah. Ini jelas ada dalam al-qur’an sayangku. Kita ini bisa menjadi fitnah.
kau jatuh cinta, dia pun mencintaimu, tapi belum waktunya, ini fitnah. Ini bisa menjadi sumber dosa.
karenanya nak, tak usah peduli mereka yang mengataimu memutus silaturahim, kau tahu perempuan harus tegas atau nanti mati terlindas.
karenanya nak, tak usah risau jika mereka bilang kau perempuan galak, kau tahu perempuan harus berani atau mati tanpa harga diri.
karenanya nak, tak usah peduli pada dunia yang mencercamu tak laku, kau tahu mulia tidaknya manusia bukan pada mereka yang ahli merayu.
Karenanya nak, jangan marah jika penjagaan padamu begitu kerasnya. karenanya nak, jangan sedih jika larangan untukmu begitu banyak.
Itu karena kau indah. Itu karena kau begitu berharga.
Karenanya nak, bersyukurlah jika kau tak lagi menjadi fitnah bagi siapapun.
Karenanya nak, berdoalah agar segera kau terjaga, segera kau mempunyai penjaga yang setia.
Menjadi perempuan itu nak, mudah saja. Tapi tidak begitu untuk menjadi mereka yang sungguh benar-benar terjaga.
Karenanya sayangku, teruslah mendekat padaNya…
Ada cinta disana.

aaaa... tetiba kangen kakak yang sewaktu masih di Malang banyak banget ngasih petuah dan ngelarang saya ini itu. Overprotective kata saya. Galak kata teh Sari :P
Bapak dan Ibu yang dari SMP dulu udah mewanti-wanti macem-macem... awalnya saya merasa terkekang, temen-temen saya bebas main sepulang sekolah, pacaran, nongkrong di pinggir jalan, pulang malam, tapi saya ga boleh. Nah, beberapa tahun terakhir ini terasa sekali bahwa memang perempuan itu harus 'terjaga'.
Yaaah... dan kemudian kerasa sendiri, itu semuanya buat ngejaga saya.
:)

Ah, saya ingin menjadi perempuan yang terjaga.
#tekad #kepaltangan

sumber : 
http://aiziesharie.tumblr.com/post/35669839558/kau-pikir-mudah-menjadi-perempuan-nak
Read More...

Selasa, 30 Oktober 2012

Mitsaqan Ghalidzan jilid II

1 comment

Bismillah, 

pernah suatu waktu lalu saya menulis tentang Mitsaqan Ghalidzan (perjanjian yang berat), yang dalam Al-Quran frase ini ditujukan untuk perjanjian para Nabi dan juga pernikahan. tapi hari ini saya baru benar-benar paham tentang apa itu 'perjanjian yang berat' dalam pernikahan akibat obrolan tingkat tinggi dengan Niya saat kuliah Pemrograman Multimedia tadi (ini contoh ga bener, jangan ditiru) dan setelah baca sebuah postingan di tumblr yang berjudul "Seberat ini.."

berikut ini tulisannya:
"Arti dari Ijab Qobul : ”aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan emas Kawinnya..” Singkat, padat dan jelas.
Tapi tahukan makna “perjanjian/ikrar” tersebut ?
”maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.
Jika aku GAGAL?”maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”. (HR. Muslim)
Duhai para istri„ Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy_Nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat olehnya di depan Allah, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu….♥♥♥ ♥♥♥
Semoga jadi pengalaman yg sudah nikah maupun yg belom"

Subhanallah... pantaslah jika ijab qobul itu disebut sebagai perjanjian yang berat.. 

menikah, bukan berarti hanya menikah dengan dia yang kau nikahi, tetapi juga berarti menikahi kekurangannya, menikahi keluarganya, menikahi dosa-dosanya, menikahi semua tentangnya, dan menikahi pernikahan itu sendiri.
(katanya yang udah nikah lho...bukan kata saya)

:D

Read More...

Minggu, 28 Oktober 2012

Bagaimana Menyentuh Hati?

2 comments

Malang, 28 Oktober 2012

Bismillahirrahmanirrahim...,
pagi ini saya mendapat jadwal super pagi membina adik-adik di YASA, sekitar jam 6 saya sudah berangkat dari kostan. sesampainya di masjid Al-Ghifary dekat YASA, ternyata ada pengajian IKADI (Ikatan Dai Indonesia) dan pembinaan pun dialihkan seluruhnya ke masjid karena sekretariat YASA masih perlu beberesan setelah pembagian hewan qurban kemarin. akhirnya pagi tadi saya ga jadi menyampaikan materi, hanya menemani adik-adik sambil nyimak "Meneladani Sifat Nabi Ismail AS" yang disampaikan ustadz Syakirin. Setelah itu jam 8.00 langsung caw ke sekretariat MyLife di Kedawung. sebenarnya up grading Mentor masih akan dimulai jam 9.00, tapi yah, tak apalah... sambil nunggu bisa ngecharge laptop buat nyicil tugas GIS. eh, ternyata di sekre rame banget banyak adik-adik belajar tahsin, bikin adem dengernya.. :D

"Bagaimana Menyentuh Hati?" itulah tema yang dibawakan oleh ustad Iffir dalam materi sesi pertama up Grading Mentor. Berbicara bagaimana memahami karakter pribadi mentee, cara menanganinya, untuk memudahkan langkah para mentor untuk berinteraksi dengan mentee-nya. penting banget nih.. yang kita hadapi ini manusia, punya perasaan dan mood, bukan komputer dingin dan cuek, karena walaupun kita udah nyerocos panjang x lebar x tinggi nyampein materi kalo mentee masih memasang defense dan merasa asing dengan kita, tentu ga akan dia dengerin kan? 

pertama dijelaskan tentang pembentukan karakter yang terjadi di masa keemasan (0-3 tahun) dan dipengaruhi mayoritas oleh orang tua. Sebenarnya pembentukan karakter anak itu ditentukan bahkan saat kita memilih calon pendamping (serius, ini sudah saya dengar 3x hari ini). sayangnya, orang tua kadang tidak sadar ini, tidak sadar kalau dijadikan teladan oleh si anak. 

lalu dijelaskan bagaimana mengenali karakter, sifat, kepribadian, perilaku, watak, dan akhlak masing-masing mentee. misalnya bagaimana mengenali bahwa si adik A ini koleris atau sanguinis atau plegmatis atau melankolis? atau perpaduan diantaranya? bagaimana mengenali introvert atau ekstrovert si adik B, dan lain-lain.

beberapa contoh cara mengembangkan karakter adalah terus belajar, berorganisasi, dan mengasah otak kanan.
kenapa belajar? karena belajar akan memunculkan pemahaman baru dan menghasilkan motivasi untuk terus memperbaiki keadaan dan introspeksi diri.
kenapa berorganisasi? karena dalam organisasi kita akan bertemu banyak orang dan ini akan membuat kita otomatis belajar untuk menghadapi dan berinteraksi dengan orang yang memiliki karakter berbeda-beda.
kenapa mengasah otak kanan? karena katanya sebuah penelitian seperti itu, hehee :D

lalu setelah ishoma materi sesi kedua diisi oleh ustadz Suhari masih dengan tema "Bagaimana Menyentuh Hati?" dan kemudian ditutup dengan penyampaian LPJ panitia MyCafe dan makan bersama.

aiiiih, hampir 9 jam dapat materi, subhanallah... beruntung sekali saya :)
semoga setelah ini saya bisa merebut hati adik-adik binaan saya... aamiiiiin.

Read More...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Perempuan itu istimewa :D

Leave a Comment
“Tanpa mengesampingkan peran laki-laki:
Perempuan memang diciptakan istimewa oleh ALLAH, sejarah bercerita bahwa saat akan menciptakan perempuan, ALLAH mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin..
~
ALLAH juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa..
~
Bisa disimpulkan, perempuan diciptakan dari semua keunikan ciptaan ALLAH..”

(catatan mas Fauzan Arif di tumblr)

oh, and kemudian gue makin merasa bangga banget jadi perempuan.
:D
Read More...

Sabtu, 06 Oktober 2012

Bromo: Ketika Ekspektasi Berbeda dengan Kenyataan

1 comment
Malang, 4 Oktober 2012

Bismillahirrahmanirrahim...
Saya tengah memasak Jumat pagi itu, ketika disms ukhti Dewi yang ngajak ke Bromo bareng ikhwah kampus dan berangkat Sabtu malam. okeeeeh, with no doubt, i said: "ikut!"
Semangat lah, ini bakal pertama saya ke Bromo. katanya ke Bromo itu enak... ga perlu hiking, sinyal bertebaran dimana-mana, bla bla bla.... jadi, santai sajalah saya... sabtu sore masih ikut kopdar KOLAM, trus pulangnya baru beli logistik... sungguh, ini benar-benar nyantai sekali.. jam 19.30 sabtu malam itu pun masih ngobrol ngalor-ngidul sama ibu di telepon...belum packing (hahaa..padahal pas mau ke Semeru itu aja H-5 udah  siap barang2 dan logistik dalam carrier dan 2 bulan sebelumnya udah push up minimal 10x tiap pagi dan banyak2in jalan kaki)...pokoknya ga ada persiapan khusus lah.

ok, skip...skip..skip.
ternyata berangkat ke Bromo itu pakai 3 mobil dan ada 27 orang, 11 ikhwan dan 16 akhwat..
jam 10 itu udah di mobil dan langsung capcus menuju Bromo lewat Pasuruan-Probolinggo. Sebenarnya sih setau saya ada jalur lain, lewat Tumpang... seperti pas mau ke Ranu Pane, tapi emang jalurnya membahayakan, jalannya cuma cukup buat 1 truk, kanan-kirinya jurang dan karena saya emang baru pertama kali ini ke Bromo, jadinya tsiqoh aja lah sama akh drivernya.

Sekitar jam 1 dini hari kami sampai di Wonokitri. ini adalah pos pertama untuk masuk ke kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru sekaligus parking lot. Mobil biasa cuma sampai disini,  selanjutnya ada 3 pilihan, sewa hardtop, naik motor, dan --yang kami lakukan-- jalan kaki. kemudian kami nunggu portal dibuka... ada yang berhitung, ada yang foto-foto, ada yang ke WC... kalo saya mah teuteup: jadi tukang foto swasta gratisan. *sigh*
rame banget saat itu... sekitar 130an orang memadati Wonokitri, sama-sama nunggu portal dibuka. tapi mereka pada bawa motor semuanya.

jam 2 tepat portal di buka, sesuai rencana formasi awal, sebagian ikhwan jalan duluan, lalu akhwat, lalu sebagian ikhwan lagi di belakang... tapi baru 20m formasi tadi udah kocar kacir, pasalnya ada serombongan orang yang memblesak masuk barisan...akhirnya akhwat2 pada nunggu sampai orang-orang itu jalan duluan.
nah, seperti yang sudah saya tuliskan di awal tadi, ini adalah lawatan saya ke Bromo yang pertama kalinya... jadinya ya benar-benar khusnudzan aja pas disuruh jalan ke point Pananjakan buat liat sunrise. dekat pikir saya... paling 2 km lah... ternyataaa benar dah, tapi nambah angka 1 di depannya: 12 km... itu udah malem-malem, gelap maksimal (iyalah... siapa mau pasang lampu jalanan di hutan gitu..), dan nanjak pula. Subhanallah... formasi udah ga karuan bentuknya, ada yang kuat udah jauuuh banget di depan, ada juga cepet capek yang jauuuh di belakang. ada masanya saya jalan sendirian, kanan-kiri hutan, dan benar-benar ga keliatan apa-apa. alhamdulillah, ga ketemu dan ga ngeliat apa-apa.

1 jam berjalan ternyata udah banyak akhwat yang nitipin tasnya ke ikhwan-ikhwan. tergoda juga sih buat nitipin tas, apalagi tas saya lumayan gede dan banyak isinya. tapi ga boleh ah, saya kan mau jadi backpacker, masa' iya backpacker nitipin carriernya? ga ada dalam sejarah tuh!
akhirnya itu tas tetep dibawa sendiri, cuma saya pindahin posisinya ke depan biar bebannya ga nyusahin karena jalan terus nanjak.
Selama di perjalanan ketemu sama orang-orang di Wonokitri tadi yang naik motor.. mereka pasti bertanya-tanya kenapa perempuan-perempuan 'roker' ini pada jalan kaki malam-malam begini, dikiranya sedang diklat mungkin ya.

bulan gede yang menemani di perjalanan

yak, ayo 1 km lagi, Nursiiiiih... !!


finally, jam 4.20 kami sampai di point Pananjakan. (aaaak... sujud syukur).. langsung pada shalat Subuh. wudhunya? tayammum laaah... Islam ga pernah menyulitkan kok :) dan kemudian menikmati udara dingin dan sinar kemerahan matahari yang lembut dan malu-malu muncul di ufuk timur. guys, you know what? capek seabreg akibat jalan tadi langsung minggat entah kemana... yang ada itu cuma takjub, syukur, dan ..... #speechlees. itu indaaaah banget! Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan lingkaran besar nan indah dan baik hati itu.


Langsung jadi keinget salah satu cerpen dalam TasteBuds-nya kak Yunus Kuntawi Aji, "Bertanya"... langsung pengen video call-an sama sesiapa sajalah, demi nunjukin itu sunrise. pertama mau nelpon ibu, tapi kemudian ga jadi karena di rumah saya sana belum ada sinyal 3G.. :(, akhirnya nelpon si Firda saja... hahha..



setelah sarapan dan take some cool pictures, akh Sahli ngusulin buat langsung turun ke kawah. okeh, siap! pas beliau nunjukin jalan yang bakal kita lewatin, langsung berasa mau nyeplos "ciyus? miapah?" tapi enggak ding, itu bukan gaya guweh.. pokoknya, jalannya itu jauh banget... muterin gunung gitu, trus turunan ke padang pasir itu curam banget. awalnya ga yakin dan ga tega sama diri sendiri. tapi yaaa... udah capek-capek sampai sini, masa' nyerah di tengah jalan? akhirnya saya bilang dalam hati, "tak apa... belum tentu bakal berulang kok, udah yakin aja: destroy your day!"


akhirnya beneran melanjutkan perjalanan tadi... turun lagi, dan ternyata jalan menurun kali ini juga ga nyantai... soalnya jalannya curam banget dan licin, jadi malah banyak tenaga yang terpakai buat nahan tubuh supaya ga terguling ke depan.

ok, kita lewati saja. intinya setelah perjalanan super melelahkan (bahkan salah satu akhwat sempat mengusulkan buat nerobos aja jurang biar langsung nyampe di bawah, iya sih... langsung nyampe bawah, tapi ga tau ntar bentuknya kaya' apa) akhirnya kami sampai di savana, eh, lebih tepat disebut padang pasir lah ya.. dan, ternyata yang turun ke bawah itu ga semuanya, cuma 14 orang aja yang berhasil sampai bawah. yang lainnya malah ketiduran di tempat istirahat kedua tadi termasuk ketiga akh Driver, maklum lah ya.. yang habis nyetir semalaman dan akhirnya balik ke Wonokitri, 


jam 6.30 setelah beristirahat dan tidur-tiduran selama sekitar 1/2 jam di muka padang pasir, kami pun melanjutkan perjalanan untuk mengarungi samudra pasir yang terbentang luas di hadapan (eciyeeh..) woooh, ini pasirnya udah hangat, kena matahari pagi.. dan selama perjalanan itu ada-ada aja celetukan dari temen-temen perjalanan:
X: "kaya' di Padang Mahsyar ya..."
Y: "mungkin sama kaya' pas Rasulullah hijrah ke Madinah ya.."
Z: "pasirnya bisa buat goreng kerupuk ya?
zzzz... abaikan, ini garing.

kemudian sama ukh Rina saya diminta menghubungi orang-orang yang ga ikut turun tadi buat ngejemput kita nantinya, tapi saya telpon dan sms ga masuk-masuk, (padahal saya twitteran lho lancar banget...) alamat nih, udah pada capek banget, ga yakin deh kalo disuruh naik lagi ke tebing yang curam itu.
istirahat, makan coklat biar energinya pulih, dan jalan lagi.. orang-orang ini jalannya udah kaya' zombie, dan ternyata saya juga. 

.............................. tiba-tiba udah nyampe balik gunung tempat pura dan kawah aja, langsung pada ga bisa ngapa-ngapain...duduk di samping dinding pura dan ...tidur!! :D

saya lagi males cerita gimana baliknya dan bisa kembali ke peradaban. lain kali saja ya..
agak mengenaskan tapi seru sekali kok :)

oiya, setelah saya melewati hari itu saya yakin banget saya punya semacam kekuatan tersembunyi,  kekuatan yang bakal keluar dengan sendirinya kalo sedang dihadapkan dengan tidak adanya pilihan lain, alias the power of ujug-ujug. bagaimana saya bisa jalan sejauh itu? ada Allah yang menguatkan saya. Allah lebih tau sampai mana batas kekuatan saya. Subhanallah...
Allahu akbar! :D

foto-foto lain:
   

menantang sunrise

beautiful, isn't it?

'bread'fast and sunrise

maksudnya sih mau menggenggam sunrise







ada beginian lho di tengah gunung...





luas




kawah candradimuka #eh

Read More...

Selasa, 02 Oktober 2012

#istiqomah

Leave a Comment
berawal dari geregetan liat saudari-saudari saya yang udah berjilbab trus dicopot, trus dipake lagi... yah, akhirnya bikin kultwit sangat singkat tentang #istiqomah... uneg-uneg aja sih.. :(

1. melihat saudari2 saya ini yg masih melihat jilbab sebagai mode, saya semakin ingin  menutup aurat...

2. dasarnya sederhana... itu perintah dari Allah, sami'na wa atho'na... dengar dan taat, ga ada tawar menawar. 


3. menutup aurat versi bang Andrea Hirata, adalah kemenangan seorang perempuan atas dunia dan atas dirinya. 


4. nah, itu juga bentuk komitmen pada Allah. kalo sama Allah dan diri sendiri saja tidak komitmen, apa bisa komitmen pada yg lain?


5. kalau pada Allah yg menciptakan saja saya masih durhaka dlm menutup aurat, trus saya ini mau hidup dari siapa dan untuk siapa??


6. menutup aurat ga usah nyari alasan buat nunggu hidayah...hidayah itu dikejar, bukan ditunggu, sistaaa.. :) 


7. yakin deh, menutup aurat itu juga buat keselamatan kita sendiri kok, di dunia-akhirat malah 


8. kasian juga sama para lelaki akhir zaman sekarang kalo kemana-mana yg diliat aurat semua. dosa ke kita, dosa ke mereka juga.


9. kalo masih ada yg bilang menutup aurat itu panas dan gerah... uhuk, di neraka jauh lebih panas lhooo... >.< 


10. kalo ada yg bilang menutup aurat hanya untuk bangsa Arab, duuh.. itu ajaran Islam lho, dan Islam itu rahmatan lil alamiin... 


11. dan kalo ada yg bilang menutup aurat itu kondisional, ok.. bolehlah, yg kondisinya perempuan wajib, yg laki enggak. mudah kan?


12. ya itu deh, yg blm menutup aurat, hayooo segera ditutup.. yg udah, yuk, meski cuma keluar buat nyapu atw belanja ke tukang sayur.


akhirnya ini akan jadi note to my self sendiri... biar nanti jika iman saya sedang digadai-gadai, dan muncul keinginan untuk kembali berjahiliyah, semoga ini bisa mengingatkan.

Ya Allah yang Maha Membolak-balikkan hati... istiqomahkanlah hamba yang lemah imannya ini... 
Read More...