Jumat, 29 April 2011

Kau Cantik...

Leave a Comment

kawan, sungguh kau cantik..

lalu mengapa kau sia-siakan kecantikanmu??

kau biarkan semua orang menikmatinya,

bahkan orang yang kau belum kenal..

orang yang kau temui sepintas lalu di jalan.



jangan, kawan..jangan seperti itu.

hargailah kecantikanmu.

kalau mereka semua sudah menghabiskan kagum untuk tubuhmu,

lalu apa yang kau berikan untuk suamimu,

lelaki yang sangat berhak atasmu??

sisa-sisanya??



jaga, jagalah kecantikanmu..

untuk dia yang akan seumur hidup disisimu.
Read More...

saya & aku

Leave a Comment
saya: hey, kamu yang disana!!

aku: aku??

saya: ya, kamu!!

aku: ada apa??

saya: siapa kamu??

aku: aku bukan siapa-siapa..

saya: apa maksudmu??

aku: tak banyak yang menyadari kehadiranku di dunia ini.. aku sering dianggap invisible..

saya: hey, itu karena kau tak berusaha!!

aku: berusaha untuk apa?

saya: berbuatlah...lakukan hal besar, tapi jangan harapkan manusia lain akan menyanjungmu.

aku: lalu buat apa aku lakukan itu??

saya: agar kamu sendiri menyadari untuk apa kamu hadir disini.
Read More...

Minggu, 24 April 2011

Kalaulah aku tahu sakaratul maut itu......

Leave a Comment

Jiwa meregang…
Tubuh pun bergetar-getar hebat, berbaur jeritan ketakutan atau linangan air mata bahagia kerana ingin bertemu Rabb-nya.

Ditarik, dan dicabut dari setiap urat nadi, syaraf, dan akar rambut. Ini sebuah titah, ia harus kembali kepada pemilik-Nya.

Allahu Akbar, janji-Mu telah tiba.
Yaa Robbi…, alangkah sakit dan pedih. Perih laksana tiga ratus tusukan pedang, atau ringan bagaikan sebuah pengait saat dimasukkan dan ditarik dari gumpalan bulu yang basah. Duhai jiwa, seandainya engkau tahu bahawa sakaratul maut itu lebih ngeri dan
dahsyat dari semua sketsa yang ada.


Sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur’an, dan sesegukan air mata yang tumpah. Lalu, hening berbalut sepi.

Semakin hening, bening…, menggantikan hingar bingar dunia di kala pagi yang penat dan siang yang meranggas. Diam pun menyisakan kepiluan, kesedihan atau berjuta kenangan. Dia telah pergi, dan tak akan pernah kembali.


Yaa Allah…, inikah kepastian yang telah Engkau tetapkan?
Di mana tumpukan harta yang telah terkumpul sekian lama? Pelayan yang setia, rumah mewah, kendaraan, kebun rindang dan subur, pakaian yang indah, dan orang-orang tercinta, dimanakah kini kamu berada?

Semua telah direnggut kematian, dicampakkan, dan dihempaskannya kenikmatan dunia yang dahulu terlalu dielu-elukan. Adakah segala amanah dapat menuai pahala, duhai Allah.

Kegelapan pun menyeruak, hitam pekat laksana jelaga, sungguh mengerikan sebagian jiwa yang akan berteman dengan amalan jahat hingga tibanya hari kiamat.

Mencekam, berbaur jeritan keras memekakkan telinga, “Jangan Kau datangkan kiamat yaa Allah, sungguh aku disini sudah sangat tersiksa!!!” saat diperlihatkan
tempatnya di neraka.

Bagi sebagian lainnya, alam kubur justru membuat bahagia. Berteman amal sholeh yang diibaratkan sebagai manusia dengan paras sangat menyenangkan. Lalu ia pun menjerit, menangis bahagia saat ditunjukkan tempatnya di surga, “Datangkan hari kiamat sekarang yaa Allah, aku ingin segera ke sana!!!”

Kematian…

Erat menyiratkan takut dan pilu serta lantunan senandung duka. Menciptakan nada-nada pedih dan gamang yang kadang menghujam iman, hingga hati pun bertanya,
mengapa selalu ada perpisahan? Rasa itu menghantam dan menikam pada keluarga yang ditinggalkan.

Namun kematian adalah suatu keniscayaan, karena ia telah dijanjikan. Kematian pun hakikatnya adalah sahabat akrab bagi setiap yang bernyawa. Sayang, kesadaran itu begitu menghentak saat orang-orang yang kita cintalah yang direnggutnya. Ketika itu auranya begitu dekat, serasa setiap helaan nafas beraroma kematian.

Duhai jiwa…
Sadarkah engkau bahwa kelak kuburan adalah tempat peristirahatan? Sudahkah engkau siapkan malam pertama di sana, seperti kau sibukkan diri menjelang malam
pertama pernikahan? Tidakkah engkau tahu bahwa ia adalah malam yang sangat mengerikan, malam yang membuat orang-orang sholeh menangis saat memikirkannya.


Kau gerakkan lidah ini untuk membaca Al Qur’an, tetapi tingkah lakumu tak pernah kau selaraskan. Kau kenal setan, tapi mereka kau jadikan teman. Kau ucapkan
bahwa RasuluLlah SallaLlaahu Alayhi Wasallam adalah kecintaan, namun sunnah-Nya kau tinggalkan. Kau katakan ingin masuk surga, tapi tak pernah berhenti berbuat dosa. Tak henti-hentinya kau sibukkan dirimu dengan kesalahan saudaramu sendiri, padahal engkau pun bukan manusia suci. Saat kau kebumikan sahabat-sahabat yang telah mendahului, mengapa kau mengira dirimu tak akan pernah mati?

AstaghfiruLlah al ‘adzim…

Duhai Allah…
Engkau yang Maha Mendengar
Dengarkan munajat ini yaa Robbi, berilah kesempatan untuk kami selalu memperbaiki diri
Jadikan diri ini bersih, hingga saat menghadap-Mu nanti

Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut

Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut

Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut


Ringankan kematian kami yaa Allah, mudahkanlah duhai Pemilik Jiwa
Jadikan hati ini ikhlas saat malaikat maut menyapa Hingga kematian menjadi sangat indah, kematian yang husnul khaatimah


Wallahua’lam
Read More...

Minggu, 17 April 2011

SOAL UTS ETIKA PROFESI

Leave a Comment
1. Berikan contoh perubahaan proses bisnis / sosial akibat teknologi informasi yang melunturkan nilai etika tradisional, untuk tiap contoh sebutkan teknologinya, model kerjanya dan nilai etika tradisional yang hilang, maksimal 3 contoh.

2. Berikan contoh etika berinternet dan pelanggaran berinternet dalam berkirim surat melalui email, berkomunikasi dengan Facebook dan yahoo massengger.

3. Jelaskan bagaimana bentuk profesionalisme teknologi informasi seperti : programmer, data entri operator, database administrator, system analis, web designer, web programmer, technical engineer, networking engineer, system administrator, MIS Director, Pranata Komputer, software engineer, multimedia programmer, embedded programer, dan yang lain masih dalam profesi teknologi informasi.
(Format Bentuk Laporan pada soal ini adalah :
1.Pendahuluan,
2.Kelompok Bidang,
3.Kode Etik,
4.Faktor Yang Mempengaruhi,
5.Ketrampilan Yang Harus Dimiliki,
6.Kewajiban,
7.Sikap
8.Daftar pustaka)


untuk no3, memilih satu jenis profesi di atas untuk di buat makalah..dan 1 kelas judulnya ga boleh sama.
Read More...

Senin, 28 Maret 2011

ini tidur saya, bagaimana tidurmu??

1 comment
Saya masih ingat, dulu saat Saya kelas 2 SMA pada suatu liqo’, ustad Saya pernah bilang bahwa kebanyakan orang sukses hanya tidur maksimal 4 jam perhari. Dalam hati Saya tertawa, 4 jam sehari? Yang benar saja! Saya tidak percaya dan lantas berpikir ngapain aja tu orang selama 20 jam tidak tidurnya? Tertulis di buku Penjaskes SD Saya bahwa tidurnya orang sehat sehari semalam adalah 9 jam. Tuh kan..beda 5 jam. Apa tu orang sukses ga ngantuk saat beraktivitas? Saya saat itu hidup terpola teratur. Tidur jam 10 dan bangun jam 5 pagi, 7 jam tidur. Belum lagi termasuk tidur siang, pas lah jadi 9 jam (karena waktu Saya sudah ga latihan Paskibra lagi dan les hanya 3x seminggu).

Namun, saat Saya kelas 3, Saya sudah jarang sekali tidur siang. Bukan karena sibuk atau banyak kegiatan, tapi memang Saya menghindarinya. Gara-garanya, ada seseorang yang bilang pada Saya (Saya lupa siapa, mungkin ustad Saya itu lagi) begini: “buat apa kita di dunia banyak-banyak tidur ? Toh, nanti saat kita mati juga tidur terus-terusan..”

Jleeb!! Langsung menohok ke ulu hati. Benar juga ya…sayang sekali kalo waktu di dunia ini cuma buat tidur aja. Akhirnya Saya mengurangi intensitas tidur. Selain itu kemudian Saya juga membaca bahwa Allah menciptakan siang untuk orang-orang beriman bekerja dan menuntut ilmu di muka bumi lalu Allah juga menciptakan malam untuk orang-orang beriman beristirahat. Akhirnya perlahan-lahan Saya tidur semakin larut, tapi buat nonton tivi. (Astagfirullah…jangan dicontoh, ya)

Tahun lalu pas masuk kuliah dan ditempatkan di ma’had yang sistemnya sama seperti pondok pesantren, hidup terasa amat monoton. Ini jadwalnya:


4.00 – 05.00 shalat Subuh berjamaah + wiridan yang ga ikut kena Iqob
05.00 – 05.30 Shobahal Lughoh atau Languange Day Belajar bahasa Arab & Inggris
05.30 – 06.30 Ta’lim Qur’an atau Ta’lim Afkar Mengkaji Qur’an atau mengkaji kitab kuning (Tadzhib & Qomi’ Tughyan)
07.30 – 14.00 Kuliah Reguler Kalo ga ada jadwal kuliah ya ngerjain tugas
14.00 – 16.50 Program Khusus Pembelajaran Bahasa Arab (sesi 1) Ya belajar bahasa Arab lah..
16.30 – 18.30 ISHOMA shalat, mandi, makan, dll.
18.30 – 20.00 Program Khusus Pembelajaran Bahasa Arab (sesi 2) Belajar bahasa Arab (lagi)
20.00 – 22.00 Terserah mau ngapain Biasanya dipake nyuci, belajar, ngerjain tugas, atau ngapalin Qur’an
22.00 04.00 Tidur zzzzzzzzz…..


Lihat kan? Tidak ada kesempatan sama sekali buat tidur siang. Akibatnya mahasiswa baru sering terkantuk-kantuk saat kelas PKPBA. Tapi lama-lama ga lagi..sudah terbiasa agaknya. Nah, disini jam tidur Saya berkurang 1 jam lagi menjadi 6 jam. Begitu terus selama 1 tahun.

Begitu pindah ke kostan, hidup berubah total…awalnya bangun pagi saat adzan Subuh (soalnya kostan Saya deket masjid), lalu shalat Subuh, trus tidur lagi sampai kira-kira jam 7, lalu persiapan kuliah. Malemnya tidur jam 10. Begitu setiap hari, kecuali kalau ada proyek besar seperti tugas bikin program atau apalah yang menuntut pengerjaan yang lebih lama, begadang lah jawabannya.

Saat Saya mulai sedikit mendalami tentang ini itu, Saya sadar bahwa tidur lagi setelah shalat Subuh ternyata ga bagus. Pertama, bapak Saya bilang orang yang tidur pagi sering kena malaria, apalagi buat orang dari Papua yang kebanyakan udah punya bibit malaria, dan bikin darah rendah. Kedua, kata ibu Saya bikin rejeki ilang dipatok ayam (eh?) , maksudnya jauh dari rejeki gitu lah. Ketiga, kerasa banget kalo bangun jam 7 atau lebih siang tu mood jadi jelek banget, bawaannya manyun aja seharian..dan lain-lain. Akhirnya pelan-pelan dibiasain bangun sebelum adzan Subuh, trus ga tidur lagi.

Akhirnya sekarang udah ga pernah ngantuk lagi walaupun tiap hari bangun jam 3.30 atau 3.00 am.. trus Saya juga punya lebih banyak waktu buat ngerjain ini itu sambil nunggu moment melihat sunrise saat membuka jendela kamar. Alhamdulillah….

:)
Read More...

Minggu, 27 Maret 2011

Tugas 3 Pengembangan Prakt. Grafika Komputer

2 comments
bukan apa2..hanya ingin berbagi.
siapa tau berguna buat yang lain..
:)




/*
* To change this template, choose Tools | Templates
* and open the template in the editor.
*/

/**
*
* @author NURSIH
*/
/*
* To change this template, choose Tools | Templates
* and open the template in the editor.
*/

/**
*
* @author NURSIH
*/
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;
import java.awt.font.*;
import java.awt.geom.*;
public class bunga extends JApplet{

public static void main(String s[]) {
JFrame frame = new JFrame();
frame.setTitle("watering flower");
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
JApplet applet = new bunga();
applet.init();
frame.getContentPane().add(applet);
frame.pack();
frame.setVisible(true);
}
public void init() {
JPanel panel_er = new Panel2D();
getContentPane().add(panel_er);
}
}
class Panel2D extends JPanel{
public Panel2D() {
setPreferredSize(new Dimension(600, 650));
setBackground(Color.WHITE);
}
public void paintComponent(Graphics g) {
super.paintComponent(g);
Graphics2D g2 = (Graphics2D)g;
GeneralPath gp = new GeneralPath();


//awan
Shape s1 = new Ellipse2D.Double(40,10,40,40);
Shape s2 = new Ellipse2D.Double(70,10,40,40);
Shape s3 = new Ellipse2D.Double(100,10,40,40);
Area a1 = new Area(s1);
Area a2 = new Area(s2);
Area a3 = new Area(s3);
BasicStroke bsThickLine = new BasicStroke(7.0f);
g2.setStroke(bsThickLine);
g2.setPaint(new Color(107, 224, 241));
g2.draw(s1);
g2.draw(s2);
g2.draw(s3);
g2.fill (s1);
g2.fill (s2);
g2.fill (s3);

Shape s5 = new Ellipse2D.Double(230,30,90,70);
Shape s6 = new Ellipse2D.Double(290,30,90,70);
Shape s7 = new Ellipse2D.Double(350,30,90,70);
Area a5 = new Area(s5);
Area a6 = new Area(s6);
Area a7 = new Area(s7);
g2.setPaint(new Color(107, 224, 241));
g2.draw(s5);
g2.draw(s6);
g2.draw(s7);
g2.fill (s5);
g2.fill (s6);
g2.fill (s7);

//matahari
g2.setColor(new Color(246, 252, 2));
Shape matahari = new Ellipse2D.Double(450, 40, 70, 70);
g2.fill(matahari);

//gambar garis matahari
g2.setColor(new Color(255, 145,0));
g2.setStroke(new BasicStroke(3.0f));
g2.drawLine(485, 15, 485, 35);
g2.drawLine(425, 40, 445, 50);
g2.drawLine(520, 50, 540, 35);
g2.drawLine(420, 75, 440, 75);
g2.drawLine(525, 75, 545, 75);

g2.setColor(new Color(19, 65, 47));
BasicStroke bsGarisTebal1 = new BasicStroke(4.0f);
g2.setStroke(bsGarisTebal1);
g2.drawLine(265,350,265,550); // batang kiri
g2.drawLine(275,350,275,550); // batang kiri

g2.setColor(new Color(189, 92, 150));
Shape l1 = new Ellipse2D.Double(203,182,80,80); //kiri atas
g2.fill(l1);
Shape l2 = new Ellipse2D.Double(245,180,80,80); //atas
g2.fill(l2);
Shape l3 = new Ellipse2D.Double(295,210,80,80); //kanan atas
g2.fill(l3);
Shape l4 = new Ellipse2D.Double(288,260,80,80); //kanan bawah
g2.fill(l4);
Shape l5 = new Ellipse2D.Double(248,290,80,80); // bawah
g2.fill(l5);
Shape l6 = new Ellipse2D.Double(208,290,80,80); // bawah
g2.fill(l6);
Shape l7 = new Ellipse2D.Double(185,270,80,80); // kiri bawah
g2.fill(l7);
Shape l8 = new Ellipse2D.Double(180,230,80,80); // kiri bawah
g2.fill(l8);

float[] dashPattern;
float dashPhase = 0.0f;
dashPattern = new float[10];
dashPattern[0] = 4.0f;
dashPattern[1] = 5.0f;
dashPattern[2] = 8.0f;
dashPattern[3] = 5.0f;
dashPattern[4] = 12.0f;
dashPattern[5] = 5.0f;
dashPattern[6] = 16.0f;
dashPattern[7] = 5.0f;
dashPattern[8] = 20.0f;
dashPattern[9] = 5.0f;
BasicStroke bsBerpola = new BasicStroke(3.0f, BasicStroke.CAP_BUTT, BasicStroke.JOIN_BEVEL,2.0f,dashPattern, dashPhase);

dashPattern = new float[2];
dashPattern[0] = 20;
dashPattern[1] = 10; //Pendefinisian BasicStroke yang akan digunakan.
BasicStroke bsDashed = new BasicStroke(2.0f,BasicStroke.CAP_BUTT,BasicStroke.JOIN_BEVEL,2.0f,dashPattern,dashPhase);
g2.setStroke(bsDashed);

g2.setPaint(Color.blue); //air
gp.moveTo(80,150);
gp.quadTo(60,90,250,160);
gp.moveTo(80,150);
gp.quadTo(60,90,250,180);
gp.moveTo(80,160);
gp.quadTo(60,90,250,200);
gp.moveTo(80,160);
gp.quadTo(60,95,250,220);
g2.draw(gp);

dashPhase = 2.0f;
g2.setPaint(Color.black);
g2.drawLine(275,370,275,300); // garis putus2 bunga vertikal bawah
g2.drawLine(275,180,275,250); // garis putus2 bunga vertikal atas
g2.drawLine(180,275,250,275);// garis putus2 bunga horizontal kiri
g2.drawLine(300,275,370,275);// garis putus2 bunga horizontal kanan

BasicStroke bsGarisTebal = new BasicStroke(2.0f);
g2.setStroke(bsGarisTebal);
g2.drawLine(205,220,254,257); // vertikal kiri atas
g2.drawLine(325,215,292,257); // vertikal kanan atas
g2.drawLine(350,330,292,292); // vertikal kanan bawah
g2.drawLine(215,345,262,294); // vertikal kiri bawah

g2.setColor(new Color(102, 166, 215));
Shape siram = new Ellipse2D.Double(50,110,30,60); //siraman
g2.fill(siram);
g2.setColor(new Color(0, 80, 149));
g2.drawLine(60,114,60,168);
g2.drawLine(70,114,70,168);
g2.drawLine(55,125,75,125);
g2.drawLine(53,135,80,135);
g2.drawLine(50,145,78,145);
g2.drawLine(53,155,77,155);


g2.setColor(Color.gray);
Shape bb = new Rectangle2D.Double(0, 125, 50, 20);
g2.draw(bb);
g2.fill(bb);


g2.setColor(new Color(47, 132, 80));
Shape l9 = new Ellipse2D.Double(275,385,110,60); //daun
g2.fill(l9);
g2.setColor(new Color(0, 85, 52));
g2.drawLine(275,416,378,416);
g2.drawLine(295,416,330,390);
g2.drawLine(320,416,345,430);
g2.drawLine(340,416,370,400);

g2.setColor(new Color(129, 33, 120)); // putik
Shape s4 = new Ellipse2D.Double(253, 249, 50, 50);
g2.fill(s4);

//rerumputan
Ellipse2D.Double grass= new Ellipse2D.Double(350, 470, 360, 100);
g2.setColor(Color.GREEN);
g2.fill(grass);
g2.draw (grass);

Ellipse2D.Double grass2= new Ellipse2D.Double(10, 500, 300, 100);
g2.setColor(Color.green);
g2.fill(grass2);
g2.draw (grass2);

Ellipse2D.Double grass3= new Ellipse2D.Double(-10, 420, 200, 100);
g2.setColor(Color.GREEN);
g2.fill(grass3);
g2.draw (grass3);

//pagar
Line2D.Double pagar= new Line2D.Double(0,480,600,480);
Line2D.Double pagar1= new Line2D.Double(0,530,600,530);
g2.setColor(new Color(93,48 ,42 ));
g2.setStroke(new BasicStroke(10.0f));
g2.draw(pagar);
g2.draw(pagar1);

g2.drawLine(50,440,50,570);
g2.drawLine(100,440,100,570);
g2.drawLine(150,440,150,570);
g2.drawLine(200,440,200,570);
g2.drawLine(250,440,250,570);
g2.drawLine(300,440,300,570);
g2.drawLine(350,440,350,570);
g2.drawLine(400,440,400,570);
g2.drawLine(450,440,450,570);
g2.drawLine(500,440,500,570);
g2.drawLine(550,440,550,570);

//ceri
g2.setColor(Color.RED);
Ellipse2D.Double ceri1= new Ellipse2D.Double(170, 485, 10, 10);
g2.fill(ceri1);
Ellipse2D.Double ceri2= new Ellipse2D.Double(30, 450, 10, 10);
g2.fill(ceri2);
Ellipse2D.Double ceri3= new Ellipse2D.Double(60, 560, 10, 10);
g2.fill(ceri3);
Ellipse2D.Double ceri4= new Ellipse2D.Double(230, 540, 10, 10);
g2.fill(ceri4);
Ellipse2D.Double ceri5= new Ellipse2D.Double(70, 500, 10, 10);
g2.fill(ceri5);
Ellipse2D.Double ceri6= new Ellipse2D.Double(480, 500, 10, 10);
g2.fill(ceri6);
Ellipse2D.Double ceri7= new Ellipse2D.Double(570, 550, 10, 10);
g2.fill(ceri7);

g2.setColor(new Color (113,74,142));
Font font = new Font("Lucida Handwriting", Font.BOLD, 20);
g2.setFont(font);
g2.drawString("Nursih D. Hastuti", 350, 600);
g2.setColor(new Color (32,174,208));
Font font1 = new Font("King Education Center", Font.BOLD, 25);
g2.setFont(font1);
g2.drawString("09650015", 350, 630);

}
}


Read More...

Selasa, 15 Maret 2011

kalian masih kecil...

Leave a Comment
saat saya kembali ke Malang beberapa waktu lalu, salah satu hal yang baru adalah menjamurnya anak2 kecil yang ke mana-mana bawa amplop bertuliskan “mohon seikhlasnya, untuk beli buku sekolah”.

Lalu amplop itu disodorin pada siapa-siapa saja yang ditemuinya: orang yang lagi beli makanan, yang baru keluar mesin ATM, yang lagi pacaran, yang lagi jalan,…

ada juga yang dengan polosnya, langsung nembak: “mbak, minta…”

pernah saya nekat nanya sama adek itu, “dek, kalo kamu tiap hari disini, kapan sekolahnya?”

anak itu, yang umurnya belum genap 10 tahun menjawab, “Aku ga sekolah ogh, mbak..”

(loh terus???)

kemana orang tuanya??

Ada yang pernah bilang pada saya, kalo anak-anak kecil gitu minta ga usahlah dikasih duit. katanya mereka itu ada yang ngoordinir buat minta-minta. Setelah dapet uang, hasilnya disetorin kepada si bos itu.

duuh..sedih sekali liat anak-kecil gitu minta-minta.

mau ga dikasih, kasian..

mau ngasih, takut membentuk pribadinya jadi peminta-minta..

inikah wajah Indonesia kedepan?
Read More...

Minggu, 06 Maret 2011

re-PKPBA

Leave a Comment
mengikat ilmu dengan menuliskannya

Yup, sebelum lupa..mending mengingat kembali pelajaran bahasa Arab kemarin, biar ga kaget nanti pas ngerjain soal-soal TOAFL..dimulai dengan yang gampang-gampang aja lah..

Kata Ganti dalam Bahasa Arab

kata ganti (Dhomir) yang saya tau dibagi menjadi 2, yaitu:

* Dhomir Munfashil; yaitu kata ganti yang nulisnya dipisah dengan kata sebelum atau sesudahnya (berdiri sendiri).

* Dhomir Muttashil; yaitu kata ganti yang nulisnya disambung dengan kata sebelumnya.

Huwa = dia (laki-laki tunggal),untuk Dhomir Muttashilnya: lahu

Humaa = dia, dia (2 laki-laki),untuk Dhomir Muttashilnya: lahumaa

Hum = mereka (laki-laki jamak),untuk Dhomir Muttashilnya: lahum

Hiyaa = dia (perempuan tunggal),untuk Dhomir Muttashilnya: lahaa

Humaa = dia, dia (2 perempuan),untuk Dhomir Muttashilnya: lahumaa

Hunna = mereka (perempuan jamak),untuk Dhomir Muttashilnya: lahunna

Anta = kamu (laki-laki tunggal),untuk Dhomir Muttashilnya: laka

Antuma = kamu, kamu (2 laki-laki),untuk Dhomir Muttashilnya: lakumaa

Antum
= kamu sekalian (laki-laki jamak),untuk Dhomir Muttashilnya: lakum

Anti = kamu (perempuan tunggal),untuk Dhomir Muttashilnya: laki

Antuma = kamu, kamu (2 perempuan),untuk Dhomir Muttashilnya: lakumaa

Antunna = kamu sekalian (perempuan jamak),untuk Dhomir Muttashilnya: lakum

Ana = saya,untuk Dhomir Muttashilnya: lii

Nahnu
= kami,untuk Dhomir Muttashilnya: lanaa

sekian dulu yaa..
Read More...

Sabtu, 05 Maret 2011

Leave a Comment
Read More...

Jumat, 04 Maret 2011

Renungan untuk Berubah

Leave a Comment
Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia

Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.

Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,
lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negriku.

Namun nampaknya, hasrat itupun tiada hasilnya

Ketika usiaku semakin senja,
dengan semangatku yang masih tersisa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
orang-orang yang paling dekat denganku.

Tetapi celakanya, merekapun tidak mau diubah !
Dan kini sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
tiba-tiba kusadari :

” Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku.

Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku.

Lalu, berkat inspirasi dan dorongan mereka,
bisa jadi akupun mampu memperbaiki negeriku.

Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia !”




seperti yang ditulis ustadz Abdullah Gymnastiar dalam bukunya Managemen Qolbu :

“dari diri sendiri, dari yang kecil, dari sekarang!!”
Read More...

Jumat, 25 Februari 2011

oh, Mitsaqan Ghalizan.. ^_^

3 comments
awalnya saya hanya minta di tag note ini:

###”Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..

Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh..

Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia.. Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya! Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana..

Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih, tak malukah? Tak malukah? Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…

Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya. Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..

Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya….

Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .

Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?…. untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa? Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…

Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku..

Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan.. Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….”###


Lalu, 2 orang teman saya, salah satunya NonI mulai tanya2 tentang arti mitsaqan ghalizhan (setau saya dia sedang menjalin hubungan dengan teman saya yang Muslim..)

Bingung juga mulai dari mana njelasinnya..akhirnya saya tulis, “Mitsaqan Ghalizhan disini tu maknanya nikah. artinya perkata sih sebenarnya, ‘perjanjian yang berat’. maksudnya bukan nikah tu perjanjian yang memberatkan atau menyusahkan kita nantinya, tapi …nikah tu bakal nempatin posisi yang penting banget & konsekuensinya tinggi.

atau gampangnya gini aja,Rin..(kepada teman saya yang muslimah) bayangkan mitsaqan ghalizan sebagai prosesi ijab qobul yang nantinya diucapkan imam kamu..gitu deh.”


Alhamdulillah, dia menerima penjelasan saya dengan respon positif.

Kemudian ada teman lain yang nulis, “km mau ta’aruf, Chi?”

Waduh, apaan nie?? Tapi akhirnya saya jawab, “Iya, insya Allah…tapi bukan hari ini atau besok..”

Setelah itu jadi saya yang terpikir…nikah ya?? Serasa gelap..kaya’ masih jauuuuh banget. Iyalah, umur saya masih 20. Sekarang masih waktunya terus memperbaiki diri biar jadi muslimah yang baik, agar Allah berkenan mengirimkan muslim yang baik juga. Siapapun dia…

:)

oh, oh..Mitsaqan Ghalizan
Read More...

Kamis, 17 Februari 2011

Islam Bikin Kita PD

Leave a Comment
Islam bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim/ah. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.

Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha Segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.’ Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?

Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomentar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan, bahwa hingga pertengahan abad ke tigabelas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” ( The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )

Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. Diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”

Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh!
Read More...

tugas UAS Struktur Data kemarin

Leave a Comment
Pas UAS Struktur Data kemarin dapet tugas bikin aplikasi menggunakan struktur data Depth First Search..(untuk lebih jelasnya tentang apa itu DFS, lihat disini: http://ifrozi.wordpress.com/2008/01/08/depth-first-search/ )kemudian saya dan rekan saya memutuskan untuk membuat aplikasi tentang pencarian kota karena kami pikir itu yang paling dekat dan bersangkutan langsung dengan materi.

deadline pengumpulan + presentasi tugasnya kurang dari seminggu (parah lah, lebih pendek seminggu daripada tugas UTS). Pontang-panting, grusa-grusu , dan rada ngawur ngerjainnya. Akhirnya pada hari Hnya inilah yang kami kumpulkan dan presentasikan:


source code untuk kelas DFS:

package dfc;
import javax.swing.*;
import java.util.*;
import java.io.*;
/**
*
* @author Nursih
*/
class TSP {
String from;
String to;
int distance;
boolean skip;

TSP(String f, String t, int d) {
from = f;
to = t;
distance = d;
skip = false;
}
}
public class Depth {
final int MAX = 100;
TSP jalur[] = new TSP[MAX];
int noJalur = 0;
Stack btStack = new Stack();

public class deklarasi{
}
public static void main(String args[]) {
String to, from;
Depth dn = new Depth();
System.out.println("silahkan pilih kota tujuan anda :");
System.out.println(" ");
System.out.println("Bogor ke Bandung ");
System.out.println("bandung ke cianjur");
System.out.println("bandung ke jakarta");
System.out.println("jakarta ke bogor");
System.out.println("jogja ke bandung");
System.out.println("jogja ke jakarta" );
System.out.println("cianjur ke jakarta");
System.out.println("jogja ke semarang");
System.out.println("bandung ke semarang");
System.out.println("jakarta ke semarang");
System.out.println("surabaya ke jakarta");
System.out.println("bandung ke surabaya");
System.out.println(" ");
BufferedReader br = new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
dn.setup();
try {
System.out.print("Kota Awal: ");
from = br.readLine();
System.out.print("Kota Tujuan: ");
to = br.readLine();
dn.isflight(from, to);
if (dn.btStack.size() != 0)
dn.route(to);
} catch (IOException exc) {
System.out.println("Error on input.");
}
}
void setup() {
addJalur("bogor", "bandung", 25);
addJalur("bandung", "cianjur", 50);
addJalur("bandung", "jakarta", 125);
addJalur("jakarta", "bogor", 150);
addJalur("jogja", "bandung", 200);
addJalur("jogja", "jakarta", 250);
addJalur("cianjur", "jakarta", 300);
addJalur("jogja", "semarang", 250);
addJalur("bandung", "semarang", 250);
addJalur("jakarta", "semarang", 500);
addJalur("surabaya", "jakarta", 1000);
addJalur("bandung", "surabaya", 900);
}
void addJalur(String from, String to, int dist) {
if (noJalur < MAX) { jalur[noJalur] = new TSP(from, to, dist); noJalur++; } else System.out.println("TSP database penuh.\n");} void route(String to) { Stack rev = new Stack(); int dist = 0; TSP t; int num = btStack.size(); for (int i = 0; i < num; i++) rev.push(btStack.pop()); for (int i = 0; i < num; i++) { t = (TSP) rev.pop(); System.out.print(t.from + " ke "); dist += t.distance; } System.out.println(to); System.out.println("Jaraknya adalah " + dist + " kilometer"); } int match(String from, String to) { for (int i= noJalur-1;i > -1; i--) {
if (jalur[i].from.equals(from) && jalur[i].to.equals(to)&& !jalur[i].skip)
{
jalur[i].skip = true;
return jalur[i].distance; }
}
return 0; }

TSP find(String from) {
for (int i = 0; i < noJalur; i++) { if (jalur[i].from.equals(from) && !jalur[i].skip) { TSP t = new TSP(jalur[i].from, jalur[i].to, jalur[i].distance); jalur[i].skip = true; return t; } } return null; } void isflight(String from, String to) { int dist; TSP t; dist = match(from, to); if (dist != 0) { btStack.push(new TSP(from, to, dist)); return; } t = find(from); if (t != null) { btStack.push(new TSP(from, to, t.distance)); isflight(t.to, to); } else if (btStack.size() > 0) {

t = (TSP) btStack.pop();
isflight(t.from, t.to); }
}
}


kalau di-run jadinya gini:


intinya, aplikasi ini hanya mencari dan memunculkan data yang telah dimasukkan sebelumnya. Sederhana banget. Tak apalah..Alhamdulillah, masih dikasih nilai B sama bapak dosen.

oiya, ni bikinnya pake NetBeans IDE 6.7.1
sebelumnya mau pake yang 6.8 tapi entah mengapa tiba2 aja ngadat..
Read More...

Rabu, 22 Desember 2010

IBU, INI PUISIMU..

Leave a Comment
Jika bisa ku berikan jiwaku,Bu
Yang ini untukmu


Dan …..
Ibu bisa bilang pada semuanya, Ini Puisimu.
Mungkin sederhana
Tapi sekarang sudah selesai.
Kuharap Ibu tak keberatan kurangkai dalam kata-kata


Betapa indahnya hidup, karena Ibu yang mengajariku
Menatap ke langit biru, aku melihat surga untuk Ibu
Apa ini dosa pertama? membuatku bingung …...
Mentari berbaik hati saat ku tulis puisi ini ….
Orang seperti Ibu yang membuat dunia ini terus berputar.


Maaf aku menjengkelkan
Tapi ….. ini yang kulakukan.
Hingga aku lupa permen atau cola
Tapi yang Ku Ingat Ibu selalu mencintaiku.
Kau bintang tercantik yang pernah kulihat.
Ku bisa bilang pada semuanya, Ini Puisimu.


Mungkin sederhana tapi sekarang sudah selesai.
Kuharap Ibu tak keberatan, kurangkai dalam kata-kata.
Betapa indahnya hidup …..
Ada Ibu dalam duniaku..




Happy Mother's Day
and specially for my beloved mum, the best mum in the world..
Read More...

Rabu, 08 Desember 2010

Mozaik (bag.1)

Leave a Comment
Malang, 5 Desember 2010

Pendahuluan
Pukul 10.25 saya keluar kostan sambil membaca sms dari Dian, “Aq dah d galuh”. Haduh, dimana tuh kostan Galuh? Dipikir sambil jalan sajalah. Seingat saya Dian pernah bilang kalo kostan Galuh lebih deket kalo lewat makam depan BC. 10 menit kemudian, dengan dipandu insting dan analisis yang pernah Shinichi Kudo ajarkan kepada saya, Alhamdulillah….ketemu juga tempat yang dicari.
“Firda belum datang?” tanya saya pada Dian.
“Durung, de’e ga sms awakmu ta?”
“Katanya sih tadi baru otw….”

Huuh, si Firda itu ga pernah ontime, pasti telat mulu. Ga ke kampus, ga kemana-mana…pasti molor!!

Padahal pas dia ulang taun kemarin udah dibeliin jam tangan, maksudnya biar kalo janjian tu datangnya tepat waktu, ga telat lagi. Kita juga udah milihin jam tangan yang bukan terbuat dari karet, tapi tetap aja jamnya ngaret.


Isi
Pukul 10.50 Firda datang dan kita berempat langsung berangkat. Tunggu dulu, saya belum bilang kami mau kemana ya? Hehehe…sori, kami berempat janjian mau ke Malang Islamic Book Fair di Gedung Skodam depan bunderan Tugu itu. Lihat sana, lihat sini, beli ini, beli itu…setelah capek muter-muter gantian ceklik-ceklik sebentar di bunderan Tugu.


Udah siang, perut pun mulai keroncongan (maksud saya perutnya bunyi kerucukan karena lapar, bukan nyanyi lagu keroncong Jawa). Setelah debat mau makan apa dan dimana, kami akhirnya muwafiq makan di Warung Steak and Shake di Jalan Kawi. Sambil makan, Dian dan Galuh ngajak main ke rumahnya Firda. (Hayooo…saya sih setuju-setuju saja).

Makan selesai, tak lupa membayar….kami keluar dan langsung diguyur hujan. Nyesel sih, napa tadi ga makan lama-lama sekalian nunggu hujan reda. Tapi udah terlanjur keluar, masa’ iya mau masuk lagi?? Ngiyup sebentar di samping studio foto (saya lupa ga liat namanya).

Jam 14.15 hujan agak reda…perjalanan pun berlanjut. Lewat alun-alun, trus belok kiri, lurus, belok kanan, lewat tikungan, lurus lagi, belok lagi…eh, jangan diikuti, ga bakal nyampe di rumahnya Firda, orang saya asal nyebutin jalannya koq. Saya kan ga tau lewat jalan mana, daerah mana…

Rasanya ini kali pertama saya ke daerah ini. Apa namanya, Kasin? Klayatan? Sukun?? Duuhh…koq jauh sekali yaa..saya yang dibonceng sampe pegel karena sedari tadi dibonceng cewek. Mana belum sampai-sampai lagi…

“Fir, rumahmu masih jauh?” saya ga tahan untuk bertanya setiap 5 menit.

“Belum,ni masih di daerah ini, ini, trus baru ini…”

Entah karena saya unfamiliar dan baru sekali datang ke tempat itu, atau memang tempatnya yang jauh dari lokasi tempat saya tinggal, saya merasa duduk lamaaaaaaaaa sekali (kalo meminjam istilahnya Dian, luuaaaamaaaaaa………) di atas motor. Naik turun tanjakan, melewati pohon-pohon bambu, jalan yang becek karena baru turun hujan, saya merasa sedang berada di tempat Nenek saya di Desa Ceker, Blimbing, Sragen, Jawa Tengah. Jadi pengen kesana lagi…

Dan, tiba-tiba saya sadar sesuatu. Ya Allah, saya baru tau jarak yang harus ditempuh Firda setiap mau ke dan dari kampus kami. Respect saya padanya pun bertambah berlipat–lipat. Menurut prakiraan awam saya sih sekitar 25 km (seperti jarak rumah saya ke Pantai Marauw, tapi saya tidak tau itu bener atau ga, karena saya belum ngukur sendiri, saya hanya liat di petunjuk jalan). Tapi untuk memastikan saya nanya Firda untuk menanyakan jarak antara rumahnya dan UIN, jawabnya: “Brp ya? Gtw 6 kilo palg,.”

Haah? 6 kilo? Ga ah…kedekatan tu… ah, ambil tengahnya aja biar adil, 15 km. Gimana?
Pukul 15.00 akhirnya sampai di rumah Firda. Beuh, saatnya meluruskan kaki…pegel. Er, padahal sudah tau kita tadi barusan makan, eh, di rumah Firda masih disuguhi lagi makanan dan minuman. Bakpia, Piattos, Pear Shandong, Sirup Cocopandan…..

Setelah ngobrol ngalor ngidul ga jelas, saya, Dian, dan Galuh pamit. Rencana awalnya saya dan Galuh pulang naik angkot karena memang pulang ke Sumbersari, sedangkan Dian juga langsung pulang ke rumahnya. Tapi ternyata ada perubahan rencana, Dian mau ke kostnya Galuh ngambil sesuatu. Ya udahlah saya pulang naik angkot sendiri, jangan khawatir, saya berani koq. Begini-gini kan saya juga pemegang sabuk kuning Karateka (tanpa bermaksud menyombongkan diri, pamer aja dikit, hohoho XP)..

Karena rumah Firda letaknya “agak di pedalaman”, jadi saya harus nunggu angkot di jalan besar. Yes, saya dipercayakan Firda untuk menggonceng dia sampai di Kasin . Padahal sebelumnya pengalaman saya hanya pernah mengendarai motor matic 2 kali, itupun di jalan-jalan kecil. Pertama di kompleks kostan Puput di Bukit Cemara Tujuh depan Universitas Muhammadiyah dan yang kedua dari gang belakang Masjid Tarbiyah sampai depan kostan saya. Ternyata rasanya sama saja dengan naik motor manual seperti Karisma saya di rumah.

Pukul 16.45 saya masih menunggu angkot di Kasin. Kata Firda naik GL aja biar ga muter-muter. Ok, GL. 5 menit kemudian, mana ni GLnya? Perasaan dari tadi yang lewat MM, MA, LG doang… ya udahlah naik LG aja daripada kesorean. Toh, lewat UIN juga.



Penutup
15 menit sebelum adzan Magrib saya sampai di kostan dalam keadaan utuh dan selamat. Alhamdulillah…

Namun, yang masih mengganggu, menggantung, dan menggelayut pikiran saya adalah jarak rumah sahabat-sahabat saya ke UIN. Dian, saya pernah ke rumahnya, musti naik angkot 2 kali dan turun dari angkot masih harus jalan kaki kira-kira sejauh dari UIN ke sekitar pasar Dinoyo. Gempor betis saya….ckckck. Rosita juga, hampir tiap hari rela bolak-balik Malang-Blitar demi bertemu mamanya. Apa ga capek tu orang?? Masya Allah, benar-benar butuh perjuangan lebih jika di musim hujan seperti ini. Apalagi kalo udah terlanjur datang ke kampus lalu dosennya ga datang atau terlambat denger berita kelas diliburkan seperti yang sering terjadi pada Dian.

Sungguh, Kawan…inilah rasanya bermanis-manis mencari ilmu. Dulu saya sering menyindir mereka berdua yang dari lahir hingga kuliah tetep di Malang dengan kata mutiara dari Imam Syafi’i yang ada di novel Negeri 5 Menara. Begini bunyinya:

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan


Kau tahu, Kawan..sebenarnya saya iri pada kalian. Kalian bisa menuntut ilmu tetap ditengah-tengah keluarga. Duuh, saya sekarang jadi malu sendiri. Saya ternyata belum ada apa-apanya dibanding kalian yang tiap hari bolak-balik rumah-kampus untuk kuliah atau hanya sekedar belajar bersama. Saya juga minta maaf sebesar-besarnya karena dulu sering muring-muring jika kalian datang telat (specially for Firda. Really, I’m sorry…. T-T )

Dan hari ini saya menemukan sepotong mozaik hidup saya dari tiga sahabat saya yang begitu sering menularkan ilmunya dan telah mengajarkan saya tentang banyak hal. Ilmu Informatika, kehidupan ini, Islam, dan indahnya ukhuwah kita.
Super, duper terima kasih kepada Allah SWT yang telah mempertemukan dan menjalinkan persahabatan dengan orang-orang yang luar biasa ini.
sangat bahagia mengenal kalian….
Read More...

Sabtu, 06 November 2010

Karena Aku Mencintaimu..

3 comments
Puisi di bawah ini saya sadur (kata lainnya “coppas”, hehehe…ampun dah!!) dari note teman semasa SMP saya, mas Muhammad Faris Zaini Fuad yang sekarang kuliah di UGM Jogja. Entah di buat sendiri atau juga dapat dari mana…yang jelas saya suka sekali.


Karena Aku Mencintaimu

Wahai Ukhti…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.



meskipun tujuannya malah untuk menjauhkan diri dan menolak memberi harapan…tapi (seandainya) jika ada seorang ikhwan (cowok, lelaki, red. ) yang mengatakannya, saya rasa ………………… (artikan sendiri). Karena, er…yah jarang ada lelaki seperti itu kan?
Read More...

Minggu, 25 Juli 2010

Then....

Leave a Comment
When you hold hands
there is no difference between your hand and hers,
they are not hands,
they are one hand
Then it is
When you are alone
and you both know you could
and you know that you want to
but you know you won't
Then it is
When time halts when you gaze
deep into her eyes
you see beauty
you see passion
Then it IS
Read More...

Minggu, 13 Juni 2010

Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki

Leave a Comment
Allah berfirman,
وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)

Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.

Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.
Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.

Allah berfirman,
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى
“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)

Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.

Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)

Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Read More...

Sabtu, 12 Juni 2010

KELUHAN MALAM

Leave a Comment
Malam tersedu kala bintang mengayuh pergi.
dengan lirih berucap, akankah jumpa kau esok?
atau mungkin esok, esok, dan esoknya?
Oh… mungkin juga lusanya?

ingin kusanjung paras cinta selalu, keluh malam.
andai perasaan ini tertuang pada sang bintang……
tiap detik kerinduan mencekik leherku.
cemburu membakar hati hingga menghanguskan akalku…
bosan menyiksaku dengan kejamnya…mencoba membunuhku
Ah, bagaimana ini?, keluh malam

Melihatmu bagai air, mungkin juga obat bagi rentaku
mencium nafasmu juga bisa tenangkan jiwa.
saat mimpi membuai, asa bersemi melampaui mampuku….

Melewati tiga abad sendiri ini sudah tentu menguras rasaku, keluh malam.
Malam terus mengeluh hingga hatinya marah.
terus mengeluh hingga makin pekat.
terus mengeluh hingga kehabisan kata-kata.
Dan hanya malam…., terus mengeluh, meratapi sang bintang.
Read More...

Rabu, 09 Juni 2010

Sweet Memory...hohoho..

1 comment
Lagu ini aku dapatkan saat mengikuti Paskibra di Kab. Biak Numfor, Papua pas aku kelas 1 SMA. ehm, bukan bermaksud untuk sombong, tapi aku termasuk dari 30 siswa yang terpilih (dari 300 lebih siswa) untuk mengibarkan bendera Merah Putih di hari Kemerdekaan RI tahun 2007.

Saat itu aku dan temen-teman harus mengikuti latihan Paskibra selama 1 tahun penuh. Disaat itulah aku mengenal apa yang dimaksud dengan disiplin, kepemimpinan, perjuangan, solidaritas (dalam istilah Paskibra disebut JiwaKorsa), mental baja, dan segala hal yang membentukku sampai sekarang.


(JUDULNYA LUPA)
Saya tunggu engkau, saya tunggu engkau
Ternyata engkau forget to me...

Saya tunggu engkau, saya tunggu engkau
Ternyata engkau forget to me...

Lambang teratai ayo tarik tambang
Disini aku makin tambah senang
Andaikan aku burung, aku akan terbang
Cukup 1 bulan aku menjadi Paskibra.

Bangun pagi-pagi menuju ke lapangan
Untuk mengikuti latihan fisik dan mental
Disini diriku dibina dan ditempa
Oleh pelatih perkasa

Mau makan jalan jongkok,
Habis makan lompat kodok
Dicaci, dimaki, dan dibentak-bentak

Wahai pelatihku betapa kejam dirimu,
Wahai pelatihku betapa kejam dirimu
Wahai pelatihku, tak tahukah dirimu..
Ku sayang padamu, Ku cinta padamu...
Read More...